Terkini.id, Makassar – Pasar tumpah di Kota Makassar kerap mengganggu lalu lintas jalan dengan berjualan hingga ke bahu dan badan jalan. Aktivitas usaha mereka tak jarang membuat kemacetan jalan, terutama di jalan-jalan protokol kota.
Direktur Operasional Pasar Makassar Raya, Syamsu Tanca, mengakui bahwa masalah pasar tumpah ini menjadi salah satu pembicaraan dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) dengan pihak kecamatan. Syamsu menambahkan bahwa penertiban pasar tumpah secara menyeluruh akan dilakukan usai Ramadan ini.
“Kecamatan membuka diri untuk menyelesaikan masalah ini dan melakukan kerja sama dengan Perumda Pasar. Tujuannya untuk meningkatkan kebersihan, keamanan, dan ketertiban di pasar,” kata Syamsu, Senin, 3 April 2023.
Syamsu juga menyatakan bahwa pihaknya telah banyak melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait masalah ini. Namun, para pedagang kerap kali menolak untuk berjualan di dalam pasar, padahal pihak pasar selalu siap menyediakan tempat khusus bagi mereka.
Aktivitas pedagang yang meluber hingga ke jalan diakibatkan oleh anggapan bahwa berjualan di luar pasar lebih baik dan lebih mudah untuk mendapatkan pelanggan. Selain itu, pedagang yang berjualan di luar pasar umumnya merupakan kerabat dari pedagang yang berjualan di dalam pasar.
“Masalah pasar tumpah juga diakibatkan oleh warga yang menyewakan depan ruko dan rumah mereka untuk digunakan pedagang,” ujarnya.
Kendati demikian, para pedagang tetap dimintai retribusi sesuai dengan Perda yang menargetkan seluruh transaksi jual beli. Oleh karena itu, pedagang di dalam pasar maupun di luar pasar harus membayar retribusi yang sama.
Untuk mengatasi masalah pasar tumpah, direncanakan agar penertiban ini dapat diterapkan di seluruh pasar di Makassar. Beberapa pasar, seperti Pasar Terong, Pasar Latte, dan Pasar Rajawali, memang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah kota.
Camat Bontoala Armand Nurdin mengatakan bahwa masalah pasar tumpah di wilayahnya cukup kronis. Aktivitas pedagang di dua jalur di Pasar Terong kerap kali menyebabkan kemacetan lalu lintas, terutama di Jalan Bawakaraeng yang selalu macet pada jam sibuk.
Pihak kecamatan, kata dia, telah turun mengimbau dan merapikan setiap harinya, namun perlu menunggu rehabilitasi pasar yang sebelumnya terbakar untuk menertibkan pasar tumpah di wilayah tersebut.
“Kita juga sedang melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk menyelesaikan masalah pasar tumpah,” paparnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
