Terkini.id, Makassar – DKI Jakarta segera menggelar ajang balap Formula E pada 6 Juni 2020 mendatang.
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara balapan menyebut, pihaknya telah menetapkan kawasan Monumen Nasional atau Monas sebagai lokasi perlintasan sirkuit.
Penyelenggaraan Formula E di Ibu Kota sempat menuai pro dan kontra. Selain pemilihan lokasi, anggaran yang sedemikian besar juga menjadi alasan mengapa masyarakat DKI ramai-ramai memberikan sorotan.
Sejumlah pihak berpendapat, bakal lebih elok jika biaya tersebut dialihkan untuk perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir.
Bukan hanya itu, sebagian pihak mengaku, Formula E merupakan kompetisi balap ‘kelas dua’ yang peminatnya tergolong lebih sedikit dibandingkan Formula E, atau balap roda dua, MotoGP.
- Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
- BookCabin Travel Fair Dimulai dari Makassar, Pengunjung Berburu Promo hingga Fash Sale Tiket Liburan dan Umrah
- HIGAR CPI Resmi Dibuka, Bidik Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat Terintegrasi di Makassar
- Pegadaian Peduli Pendidikan, Salurkan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SD Inpres Kajenjeng Makassar
- Makassar Terbaik I Creative Financing Regional Sulawesi, Raih Insentif Rp3 Miliar dari Kemendagri
Sehingga, saat menggelarnya di Jakarta, penontonnya diprediksi sangat segmented, dan tak terlalu menguntungkan pihak penyelenggara.
Asumsi tersebut bukan cuma tumbuh di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara lainnya.
Hingga kini, belum banyak yang mengerti siapa saja pembalap yang ikut berlomba, serta siapa saja tokoh ikonik yang layak dijagokan.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, saat ini penggemar Formula E di dunia memang belum sebesar Formula-1 ataupun MotoGP.
Akan tetapi, kata dia, berdasarkan hasil riset Sport Management Database Inggris, diketahui bahwa ada sekitar tiga jutaan penggemar Formula E yang tinggal di Indonesia.
“Kami bekerja sama dengan konsultan ternama di Inggris, hasil survei mereka menyebutkan fans Formula E di Infonesia ada sekitar 3,3 juta orang,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, dikutip dari 100kpj.com.
Dwi menambahkan, sebanyak 54 persen dari jumlah fans tersebut diklaim berada di wilayah DKI Jakarta, Banten dan juga Jawa Barat.
Kemudian menurutnya, ada beberapa alasan mengapa orang Indonesia dinilai menyukai Formula E. Salah satunya, karena Formula E erat kaitannya dengan kemajuan teknologi. Hal itu sejalan dengan masyarakat Tanah Air yang memiliki perhatian tinggi di bidang terkait.
“Nah, ada lima karakter teratas orang yang jadi fans Formula E di Indonesia, pertama adalah mereka yang haus teknologi, kemudian menyukai hal yang berbau premium, fashion oriented, eco friendly, dan juga mengenal brand,” kata dia.
Berkat data tersebut, pihaknya meyakini, Formula E yang segara digelar di Jakarta bakal didatangi banyak penonton. Baik itu dari dalam, maupun luar daerah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
