Terkini, Makassar – Forum Guru Non ASN meminta agar sebagian 1853 kuota formasi penerimaan PPPK guru BK dan guru TIK yang masih kosong, untuk dialihkan ke formasi guru bahasa Inggris dan Indonesia. Sebab hal itu, masih banyak yang belum terakomodir.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo usai mendengar aspirasi dari Forum Guru non ASN, pada rapat dengar pendapat bersama Komisi E, di DPRD Sulsel, Kamis 9 Januari 2025.
Menurut Anwar Purnomo, kuota penerimaan guru bahasa Indonesia di Sulsel terbilang sedikit, sebab diterima hanya 167 orang, sementara pendaftar hingga saat ini mencapai 449 orang.
“Intinya kuota yang tidak terakomodir ini atau kosong karena kurangnya guru BK dan guru TIK, sehingga mereka minta dialihkan ke formasi yang masih banyak yang belum terakomodir seperti guru bahasa Inggris dan Indonesia,” ungkap Anwar.
Olehnya itu, hasil pada rapat dengar pendapat itu, merekomendasikan Dinas Pendidikan Sulsel untuk mengirim surat untuk menyampaikan perihal tersebut kepada Kementerian Pendidikan dan Kemenpan RB.
- Wabup Gowa Dampingi Langsung Kontingen Porsenijar PGRI Sulsel, Optimistis Raih Juara Umum
- PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala, Krisis Air di Wilayah Utara Mulai Teratasi
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Kota
- Wali Kota Makassar Ikuti Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Rakernas APEKSI XVIII Medan
- Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PT Semen Tonasa Perkuat Budaya K3
“Jadi kita upayakan agar Kemendikbud dan Kemenpan RB bisa mengakomodir dari Forum Guru non ASN ini,” harap politisi PKB ini.
Selain itu, Forum Guru Non ASN ini juga meminta agar guru kontrak yang sudah mengabdi selama 5 tahun dapat terangkat sebagai ASN maupun PPPK.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
