Terkini.id — Gabungan Perawat Honorer atau Non ASN mengatasnamakan dirinya Relawan Perawat Bangkit Makassar menegaskan mendukung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman).
Mayoritas yang tergabung dalam relawan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Sulawesi Selatan.
Ketua Relawan Perawat Bangkit Makassar, Nurfaizal Aziz, menyebut alasan mereka memilih bergabung memenangkan Appi-Rahman sebab Paslon nomor urut 2 ini memiliki program mensejahterakan perawat nantinya.
“Yang membuat kami menjatuhkan dukungan ke paslon nomor urut dua, karena hanya kandidat inilah yang memberikan insentif/ penghargaan kepada perawat yang berada di garda terdepan menangani Covid. Belumpi jadi wali kota sudah na perhatikan maki’, apalagi kalau walikota mi,” ucap Nurfaizal yang juga Direktur Barisan Relawan Kesehatan Sulsel (Barak Sulsel) ini, Kamis 5 November 2020.
Tak hanya itu Ijhal sapaannya menerangkan Appi-Rahman sebagai Paslon di Pilwali Makassar 2020 ini yang paling konsen bergerak dalam penanggulangan Covid-19.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
“Appi-Rahman juga sangat konsisten dalam menjaga kesehatan masyarakat dalam situasi pandemi covid saat ini dengan membagikan 4 juta masker dan melakukan Swab gratis, buat Wisma isolasi dan ada juga Duta Sehat dan Satgas Kesehatan,” tambahnya.
Ia pun makin yakin Appi-Rahman bisa membawa perubahan ke arah yang lebih positif untuk kesejahteraan Perawat.
Mengingat selama ini mereka tidak mendapatkan keadilan termasuk dari wali kota sebelumnya.
“Selama ini berdasarkan data sementara 1.200 orang perawat Non ASN anggota kami itu sekitar 80 persen mendapatkan upah jauh dari UMP/UMR, jangankan UMR bahkan ada yg digaji Rp 300 ribu per Bulan,” ungkapnya.
“Kami selalu berteriak,dan berjuang untuk kesejahteraan perawat dan alhasil sudah berapa kali ganti wali kota makassar tidak pernah ada yang perhatikan nasib perawat Non ASN. Kami berharap Pak Appi dan Pak Rahman bisa memperhatikan nasib perawat non ASN,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
