Gandeng Astra International, SRE Unhas Selesaikan Project Inovasi Masyarakat Bidang EBT

Terkini.id, Makassar – Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan PT. Astra International, tbk baru saja menyelesaikan project inovasi masyarakat yang bergerak di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu perancangan dan pemasangan alat Solar Powered Water Purifier di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Adapun kegiatan ini merupakan rangkaian dari Astra Energi Student Innovation (AGEnSI) yang berfokus pada pengembangan teknologi existing maupun inovasi baru teknologi EBT di lingkup mahasiswa Perguruan Tinggi dan siswa SMA/SMK/MA sederajat seluruh Indonesia.

“Kegiatan Astra Energy Student Innovation (AGEnSI) sebagai platform bagi pelajar di seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam rangka mendukung tercapainya target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025. Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat awam lebih aware dan memahami penggunaan EBT dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dhea Izumi, ketua tim Riset project AGEnSI SRE Universitas Hasanuddin, Sabtu 1 Januari 2022.

Baca Juga: Awal Tahun 2020, Astra Group Bahas Program Tanggung Jawab Sosial...

PT. Astra International sangat serius agar project ini dapat terlaksana dengan baik. Terbukti, perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif ini memberikan dana sebesar 30 juta rupiah kepada tim AGEnSI SRE Universitas Hasanuddin untuk mendukung keperluan project tersebut.

Secara keseluruhan, kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap, dimulai dari seleksi tim pada  tanggal 30 Agustus 2021, dilanjutkan pada tahap Idea Generation pada tanggal 17 September – 13 Oktober, hingga tahap implementasi pada tanggal 17-25 Desember 2021.

Baca Juga: Enam Bisnis Jasa Keuangan Astra Sponsori Pameran Otomotif GIIAS 2019

Adapun lokasi pemasangan alat Solar Powered Water Purifier terletak di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. 

Dhea mengatakan bahwa alasan pemilihan lokasi tersebut adalah permasalahan air di Pulau Panggang, yang dimana air tanah tidak dapat digunakan setiap musim dikarenakan kandungan Total Dissolved Solid (TDS) yang tinggi. 

Akhirnya, masyarakat lebih memilih untuk membeli air kemasan yang notabene mahal dan pada akhirnya menimbulkan masalah baru, yaitu bertambahnya timbulan sampah.

Baca Juga: Enam Bisnis Jasa Keuangan Astra Sponsori Pameran Otomotif GIIAS 2019

Berangkat dari kasus tersebut, tim AGEnSI memutuskan untuk membuat alat Solar Powered Water Purified tersebut.

Solar Powered Water Purified adalah alat yang digunakan untuk mengoversi air tanah menjadi air minum yang layak dikonsumsi dengan sumber energi dari tenaga surya. 

Secara singkat, air tanah masuk ke tahap filter yang terbagi menjadi 5 bagian. Tahap 1 dan 5 yaitu filter sedimen 1 mikron, tahap 2 yaitu tahap resin, tahap 3 yaitu tahap mangan, dan tahap 4 yaitu tahap karbon aktif. 

Setelah melalui proses filterisasi, air dipompa ke Reverse Osmosis (RO) kemudian masuk ke tabung alkaline untuk menetralkan pH air. Akhirnya, air tersebut disinari oleh sinar UV untuk membunuh bakteri. Air-pun siap dikonsumsi.

“Sebuah terobosan. Alatnya juga portable yang sangat menarik. Menurut kami ini adalah salah satu teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran di wilayah kami yang memiliki permasalahan ketersediaan air minum,” ucap Bang Komar, salah satu penduduk di Pulau Pramuka.

Citizen Reporter : Inzar

Bagikan