Terkini, Makassar – Perumda Pasar Makassar mulai mensosialisasikan program digitalisasi pembayaran non tunai di pasar-pasar tradisional.
Plt Direktur Utama Pasar Makassar, Ali Gauli mengatakan, tim dari Perumda Pasar bersama Bank Sulselbar mulai turun langsung ke dua lokasi pasar percontohan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang serta pengunjung pasar.
“Apa yang kami lakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong sistem transaksi yang lebih modern dan efisien,” jelasnya, Kamis 19 Juni 2025.
Digitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem perdagangan yang lebih transparan, aman, dan efisien, serta sejalan dengan visi Makassar sebagai kota modern yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Program ini secara bertahap akan diterapkan di seluruh unit pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Makassar.
- PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala, Krisis Air di Wilayah Utara Mulai Teratasi
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Kota
- Wali Kota Makassar Ikuti Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Rakernas APEKSI XVIII Medan
- Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PT Semen Tonasa Perkuat Budaya K3
- Bapperida Bulukumba dan FISIP Unhas Bahas Strategi Pelestarian Pinisi Lewat Riset
“Ini adalah langkah awal agar pembayaran non tunai bisa menjadi budaya baru di lingkungan pasar tradisional,” tuturnya.
Untuk tahap awal, dua pasar dipilih sebagai proyek percontohan (role model), yakni Pasar Niaga Daya dan Pasar Terong.
“Kami ingin seluruh pengguna pasar, baik pedagang maupun pembeli bisa terbiasa dengan sistem ini,” jelas Ali Gauli.
Sementara itu, Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie mengatakan bahwa Bank BPD Sulselbar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi di tengah masyarakat.

“Hal untuk ini sebagai upaya modernisasi transaksi pasar tradisional dan digitalisasi yang mendorong perdagangan lebih transparan,” bebernya.
“Selain itu, juga sebagai bagian dari komitmen bersama antara Bank Indonesia, Bank Sulselbar, Pemerintah Kota Makassar, dan Perumda Pasar Makassar Raya, dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi keuangan di sektor Perdagangan Rakyat,” urainya.
Sebagai langkah awal, program ini diterapkan pada dua pasar percontohan, yaitu Pasar Niaga Daya dan Pasar Terong. Kedua pasar tersebut dipilih sebagai role model pembayaran non tunai atau digital, karena dianggap representatif dan memiliki potensi besar untuk penerapan sistem pembayaran digital.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
