Gatot-Rizal Disebut Pasangan Kuat, Ferdinand: Mungkin Menang Kalau Lawannya HNW-Mardani

Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Refli Harun yang mengatakan bahwa Gatot Nurmantyo dan Rizal Ramli adalah pasangan calon pemimpin yang kuat apabila bersatu.

Menurut Ferdinand, pasangan itu mungkin akan berpeluang menang apabila lawannya adalah Hidayat Nur Wahid berpasangan dengan Mardani Ali Sera.

“Kalau berhadapan dgn Hidayat Nurwahid – Mardani Alisera pasangan GN – RR ini mungkin akan menang,” kata mantan politisi Partai Demokrat itu melalui akun Twitter-nya pada Rabu, 12 Mei 2021.

Baca Juga: Ferdinand Sebut Habitat Rombongan Setan dan Utusan Anak Setan, Netizen:...

Sebelumnya, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan ekonom senior, Rizal Ramli kembali menjadi perbincangan setelah hadir dalam sebuah acara pekan lalu. 

Refly Harun membayangkan bahwa jika kedua tokoh tersebut bersatu, maka mereka akan menjadi pasangan yang kuat.

Baca Juga: 12 Makam di Solo Dirusak, Ferdinand: Perilaku Gila dari Kaum...

Ahli hukum tata negara dan pengamat politik itu menyebut bahwa Gatot Nurmantyo dan Rizal Ramli memang kekuatan di luar mainstream kekuasaan dan survei capres yang sering yang diadakan lembaga survei. 

Seperti diketahui, lembaga survei biasanya selalu menempatkan nama-nama seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Sandiaga Uno.

“Tetapi jangan lupa, memang tokoh seperti Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo, adalah tokoh-tokoh yang justru jauh lebih mapan, lebih matang, dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang disebut sebelumnya,” jelas Refly, dilansir dari Sindo News, Senin, 10 Mei 2021.

Baca Juga: Eko Kuntadhi Bertanya, Lelaki Berdaster Celana Cingkrang Pakai Sandal Gunung...

Refly menyinggung bahwa Gatot merupakan mantan Panglima TNI dan Rizal Ramli pernah beberapa kali menjadi menteri. 

“Saya membayangkan, kalau energi untuk memperbaiki bangsa ini kita gabungkan menjadi satu, Gatot – Rizal Ramli mau bersatu, bergabung menjadi satu, saya membayangkan betapa kuatnya tim itu. Walaupun kita tahu, kadang-kadang kalau isi sebuah tim itu nomor satu semua malah tidak kompak,” jelas Refly sambil tertawa.

Refly berharap bahwa akan semakin banyak orang Indonesia yang ikhlas dan punya kemampuan tinggi, tetapi selalu mau memberikan kesempatan orang lain untuk menjadi pemimpin. 

“Karena menganggap orang lain itu jauh lebih baik. Jadi, kalau pemimpin itu sama-sama kompeten, sama-sama senior, maka kita cari sisi-sisi lain, mungkin satu lebih alim, lebih berani, lebih konsisten, lebih adil, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Bagikan