Gegara Harta Warisan, Ibu Dilapor Anak Kandung ke Polisi

Terkini.id, Jakarta – Seorang ibu di Semarang, Meliana W (64) mengaku dilaporkan anak kandung sendiri ke Polrestabes Semarang terkait harta warisan.

Wanita tersebut dipolisikan anak kandungnya yang ketiga berinisial J, atas dugaan pemalsuan surat dan keterangan palsu dalam akta otentik terkait warisan.

Kuasa hukum Meliana, Deddy Gunawan mengatakan kliennya dimintai klarifikasi di Mapolrestabes Semarang siang tadi. Namun, Meliana belum bisa memberikan keterangan karena terkejut dengan tuduhan anaknya itu.

Baca Juga: Digugat Anak Gegara Harta Warisan, Ibu Kandung: Dia Harus Bayar...

“Tadi penyidik profesional dan humanis, ketika ibu histeris dan menangis hingga pingsan, diberikan kebijakan menunda, sampai ada undangan selanjutnya,” kata Deddy, Rabu 3 Maret 2021 seperti dikutip dari Detik.com.

Ia mengungkapkan, kasus kliennya tersebut berawal dari dua bidang tanah di kawasan Gajahmungkur, Semarang, yang akan diberikan kepada anak pertama Meliana bernama Tommy.

Selanjutnya, kata Deddy, datang wanita berinisial R yang merupakan teman almarhum suami Meliana menawarkan bantuan.

“Dua bidang tanah kecil, 220 meter dan 221 meter persegi, sertifikat atas nama Pak Sardjono, almarhum suami Bu Meliana. Bu R ini teman dari suami bu Meliana,” ungkap Deddy.

Namun, menurut Deddy, dalam surat akta waris itu tercantum hanya ada satu ahli waris yakni anak pertama Meliana, padahal dia memiliki empat anak.

Melihat adanya kejanggalan, Meliana lantas berupaya mengembalikan akta waris itu menjadi atas nama suaminya.

“Begitu tahu itu, Bu Meliana langsung suruh membatalkan akta waris itu sehingga dinyatakan tidak berlaku. Sehingga nama akta itu kembali ke nama Pak Sardjono, sehingga tidak ada kerugian materi dan namanya sudah kembali lagi,” tutur Deddy.

Kendati demikian, Meliana sudah terlanjur diadukan oleh anak ketiganya ke Polrestabes Semarang. Upaya mediasi dengan kuasa hukum J juga sudah berjalan namun buntu.

“Ketika kami mencoba mediasikan, Ibu Meliana menolak (memberi warisan) karena masih hidup. Kalau memang mau ya ini kami berikan sertifikat, hak dia senilai Rp 1 miliar, itu yang akan diberikan kepada J. Namun J tidak ada tanggapan dan cenderung menantang bagaimana proses ini dilanjutkan sampai ke peradilan,” jelas Deddy.

Aduan anak kandung dari kliennya itu pun kata Deddy sudah masuk ke polisi pada Desember 2020. Kliennya tersebut disangkakan dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 serta pasal 266 KUHP.

“Pasal 263 ayat 1 dan 2, tentang surat palsu. Menurut saya ini tidak masuk karena klien saya ini tidak memalsu. Pasal 266 yaitu menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam fakta otentik yang menimbulkan kerugian. Namun dalam hal ini, ini kan sedang digalakkan restorative justice,” ujarnya.

Sponsored by adnow
Bagikan