Masuk

Gelar Wawancara Teknis, BKS PII Uji Kompetensi 13 Calon Insinyur Profesional Madya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Di awal tahun 2021 ini Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar wawancara teknis calon Insinyur Profesional Madya (IPM) yang digelar Jumat, 8 Januari 2021, via aplikasi Zoom.

Majelis Uji Kompetensi (MUK) yang ditugaskan pada wawancara teknis tersebut di antaranya, Ir. Andi Taufan Marimba, IPU., Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU dan Ir. Habibie Razak, IPU. Ketiganya mewawancarai 13 calon IPM Sipil yang bekerja di berbagai sektor keinsinyuran.

Satu di antaranya adalah Insinyur Sipil yang bekerja di salah satu proyek transportasi di Jakarta yakni proyek MRT yang dikerjakan oleh Japanese Consortium bekerjasama dengan BUMN Konstruksi.

Baca Juga: Direktur Eksekutif PII Ir Habibie Razak Jadi Pembicara Konvensi Internasional di Filipina

Proyek tersebut menggunakan pendanaan dari Jepang sehingga minimum 60 persen konten yang terdiri dari material, equipment dan SDM terhadap total biaya investasi haruslah diambil dari Jepang. Konsep pendanaan seperti ini dikenal dengan Export Credit Agency (ECA) arrangement.

Kandidat berikutnya adalah Insinyur Sipil yang bekerja di sektor pertambangan di Morowali Sulawesi Tengah.

Saat ini menurut dia, sudah banyak Smelter yang dibangun di Sulawesi yang menggunakan pendanaan dan teknologi dari Tiongkok termasuk rencana untuk membangun pabrik baterai dari bahan baku nikel. 

Baca Juga: PII Inisiasi Terbentuknya Engagement Working Group Bali E20 di G20

Sementara itu, Ir. Habibie Razak menyampaikan bahwa memang ketika berbicara kesiapan bahan baku, Indonesia yang bahan baku paling siap.

“Karena kita memiliki bahan baku pembentuk baterai antara lain nikel, mangan dan kobalt. Tinggal Lithium saja yang kita mesti impor dari Australia atau pun China,” ujar Ir. Habibie.

BKS PII akan terus menggiatkan program sertifikasi Insinyur Profesional kepada para Insinyur Indonesia maupun Insinyur Asing yang bekerja di Indonesia untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) sesuai amanah UU No.11/2014 tentang Keinsinyuran.