Gubernur Sulsel: Kota Makassar Berpotensi Sandang Status Megapolitan Maju

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, ikut menjadi peserta jalan santai Hari Ulang Tahun Sulsel ke-350, di depan Rujab Gubernur, Jalan Jendral Sudirman, Sabtu, 9 November 2019.

Terkini.id,Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah, mengapresiasi capaian Kota Makassar di bawah Kepemimpinan Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb yang melanjutkan capaian walikota dan Wakil Walikota sebelumnya.

Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa Makassar adalah baromoter Sulsel, dan Sulsel adalah barometer Kawasan Timur Indonesia. Untuk itu, harus memanfaatkan posisi strategis Kota Makassar.

“Citra positif Sulsel sudah sangat baik. Ini bisa didorong jika menciptakan ketenangan,” kata Nurdin Abdullah pada HUT ke-412 Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Sabtu, 9 November 2019.

Ia mengatakan, Kota Makassar menjadi tanggungjawabnya, karena walikota pilihan rakyat belum hadir pada kesempatan ini.

“Saya penanggung jawab sebagai pemerintah di Provinsi Sulsel dan mengutus Pak Iqbal untuk menyelenggarakan pemerintahan. Tentu kita semua wajib mendukung Pak Iqbal sebagai Walijota,” tegasnya

Pemerintahan yang hadir harus bersih, patuh pada aturan dan melayani. Nurdin Abdullah menyatakan, Kota Makassar dapat menjadi kota megapolitan jika dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi saat ini, dengan melakukan penyempurnaan kebijakan dan tindakan kerja nyata.

“Kota Makassar memiliki potensi untuk menjadi sebuah kota megapolitan yang maju. Tetapi masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, sebelum kita bisa benar-benar menyandang status tersebut,” terangnya.

Pertama, lanjut Nurdin Abdullah, harus menyadari bahwa Kota Makassar ini belum sepenuhnya nyaman dan teratur. Masih banyak terlihat mobil yang parkir di bahu jalan, sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang.

“Hal ini membutuhkan inovasi serta keberanian dari Pemerintah Kota Makassar, untuk menegakkan peraturan parkir yang sudah ada. Sehingga jalanan menjadi lebih tertib nyaman untuk digunakan,” pungkasnya.

Selain itu, di jalan-jalan masih banyak anak jalanan, gelandangan, pengemis dan Pak Ogah.

“Kita harus merasakan empati, karena saudara kita masih harus bekerja dalam kondisi yang tidak nyaman di jalan. Ini tugas kita untuk bisa mencarikan mata pencaharian dan skill, sehingga mereka dapat pekerjaan yang lebih layak. Sekaligus membuat kota lebih nyaman,” ujarnya.

Selain itu, Makassar membutuhkan lebih banyak lagi ruang terbuka hijau publik untuk beraktivitas dan berolahraga.  “Kita bisa lihat kota-kota maju di dunia, selain gedung-gedung yang tinggi tetapi juga ada banyak taman yang hijau dan asri,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, masih ada beberapa layanan dasar yang masih harus menjadi perhatian bersama. Misalnya air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Direktur PDAM yang baru, telah meningkatkan layanan bahkan air baku dari 1.200 liter per detik, sekarang sudah ditingkatkan bertambah 400 liter per detik.

“Dan saya yakin, tidak layak masyarakat kita, tidak mendapatkan air bersih. Air baku cadangan kita delapan ribu liter per detik itu di musim kemarau,” bebernya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Wali Kota Makassar di 2020, tidak ada lagi masyarakat mengeluh karena tidak ada air. “Beberapa hal yang saya sampaikan barusan adalah sebagian dari tantangan yang dihadapi oleh Kota Makassar,” imbuhnya.

Berita Terkait