Terkini, Makassar – Duka menyelimuti dunia kesehatan Indonesia setelah dua dokter muda Indonesia wafat saat menjalankan tugas mulia sebagai tenaga kesehatan.
Kepergian mereka bukan hanya meninggalkan kesedihan mendalam, tetapi juga pengingat bahwa tenaga kesehatan berada di garis depan menjaga keselamatan masyarakat.
Di tengah kabar duka tersebut, para tenaga medis kembali mengingatkan masyarakat tentang meningkatnya kasus campak dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu penyebab utamanya adalah semakin banyak orang tua yang menolak atau menunda imunisasi anak karena informasi yang tidak tepat.
Padahal, imunisasi merupakan salah satu langkah paling penting dalam melindungi anak dari penyakit berbahaya.
- PDAM Makassar Rampungkan Perbaikan Pipa Bocor 400 MM di Perintis Kemerdekaan
- Dari Desa Kanreapia ke Panggung Dunia, Jamaluddin Buktikan SATU Indonesia Awards Jadi Jalan Perubahan
- Astra Ajak Generasi Muda Makassar Jadi Agen Perubahan melalui SATU Indonesia Awards 2026
- Dekranasda Makassar Perkenalkan Warisan Budaya Gowa kepada Delegasi Internasional
- Makassar Bidik Investasi Global, Delapan Negara Tindak Lanjuti Hasil IGS 2026
Imunisasi: Latihan untuk “Pasukan Penjaga” di Dalam Tubuh
Menurut dr. Dewi Setiawati, di dalam tubuh manusia sebenarnya ada sistem pertahanan alami yang selalu siaga melindungi tubuh dari berbagai ancaman penyakit.
“Di dalam tubuh kita ada sistem imun yang bisa diibaratkan seperti pasukan penjaga. Mereka melindungi tubuh dari virus dan bakteri berbahaya,” jelasnya.
Namun, pasukan ini tidak selalu langsung mengenali musuh baru. Ketika virus campak masuk untuk pertama kalinya, tubuh membutuhkan waktu untuk mengenali dan melawannya.
Dalam proses itulah seseorang bisa jatuh sakit, bahkan mengalami komplikasi serius hingga kematian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
