Guru Dipenggal Gegara Perlihatkan Kartun Nabi Muhammad ke Murid, Pelaku: Allahu Akbar

Terkini.id, Paris – Seorang guru sejarah di Prancis tewas dipenggal lantaran memperlihatkan kartun Nabi Muhammad SAW ke murid-muridnya.

Adapun pelaku juga tewaa usai ditembak mati aparat kepolisian setempat tak jauh dari lokasi serangan, tepatnya di daerah permukiman di pinggiran barat laut Paris, Prancis.

“Salah satu warga kami dibunuh hari ini karena dia mengajar, dia mengajar murid-muridnya tentang kebebasan berekspresi,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan, seperti dikutip dari suaracom – jaringan terkini.id, Sabtu 17 Oktober 2020.

Baca Juga: Pengakuan Kepala Rabi Israel: Muhammad Nabi Terakhir, Penutup Para Nabi

Macron menilai aksi penyerangan tersebut merupakan tindakan teroris dan pihaknya akan menindak tegas hal itu.

“Rekan kami diserang secara mencolok, menjadi korban serangan teroris. Kami akan bertindak. Dengan tegas, dan cepat,” ujarnya.

Baca Juga: Singapura Tegaskan Larang Buku Kartun Politik yang Tampilkan Gambar dan...

Pembunuhan yang menargetkan seorang guru tersebut ditafsirkan oleh banyak tokoh masyarakat sebagai serangan terhadap esensi kenegaraan Prancis dengan nilai-nilai yang dianutnya yaitu sekularisme, kebebasan beribadah, dan kebebasan berekspresi.

“Malam ini, Prancis diserang,” ujar Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer dalam cuitannya di Twitter.

Seorang perwakilan polisi setempat mengatakan bahwa dalam peristiwa itu, korban dipenggal kepalanya oleh pelaku.

Baca Juga: Singapura Tegaskan Larang Buku Kartun Politik yang Tampilkan Gambar dan...

Kepolisian setempat juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan saksi mata kejadian, ia mendengar pelaku berteriak “Allahu Akbar” saat melakukan aksinya itu.

Menurut laporan media Prancis, korban yang merupakan guru di sebuah sekolah menengah di pinggiran kota Conflans Sainte-Honorine itu menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Diketahui, Prancis selama beberapa tahun terakhir telah mengalami serangkaian serangan kekerasan oleh militan, termasuk pembunuhan Charlie Hebdo 2015, dan pemboman juga penembakan pada November 2015 di teater Bataclan dan beberapa lokasi di sekitar Paris yang menewaskan 130 orang.

Selain itu, seorang pria asal Pakistan pada sebulan lalu juga menyerang dan melukai dua orang yang sedang merokok di luar kantor tempat Charlie Hebdo dengan menggunakan pisau.

Bagikan