Pengakuan Kepala Rabi Israel: Muhammad Nabi Terakhir, Penutup Para Nabi

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang penganut Yahudi tengah diwawancara oleh sebuah stasiun televisi luar negeri dan mengungkap pengakuan Kepala Rabi di Israel soal Nabi Muhammad, viral di media sosial.

Video penganut Yahudi membeberkan pengakuan Kepala Rabi di Israel soal Nabi Muhammad itu viral usai diunggah pegiat media sosial Helmi Felis, seperti dilihat pada Minggu 16 Januari 2022.

Dalam video itu, tampak pria tersebut tengah diwawancara oleh sebuah stasiun televisi luar negeri.

Baca Juga: Ngaku Lihat Nabi Muhammad SAW, Ustadz Yusuf Mansur: Demi Allah,...

Dalam bahasa Inggris yang sudah diterjemahkan, penganut Yahudi itu pun mengungkapkan bahwa Kepala Rabi di Israel telah mempelajari soal agama Islam.

“Kepala Rabi di Israel yang telah mempelajari Islam, dan sekarang dia kembali ke naskah asli dari Taurat,” tuturnya.

Baca Juga: Parah! Singgung Larangan Puasa Bagi Wanita Haid, Pendeta Saifuddin: Ngaco!...

Menurutnya, Kepala Rabi Israel itu menemukan bahwa Muhammad SAW memang adalah Nabi terakhir sekaligus penutup para Nabi.

“Dan dia menemukan bahwa memang Muhammad adalah Nabi terakhir dan penutup para Nabi. Dan Dialah yang akan datang pada hari akhir,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut jika orang-orang mencari lewat Google maka mereka akan menemukan banyak orang Yahudi di Israel menyebut nama Muhammad saat beribadah di tembok ratapan.

Baca Juga: Parah! Singgung Larangan Puasa Bagi Wanita Haid, Pendeta Saifuddin: Ngaco!...

“Sebenarnya jika anda mencari di Google di suatu tempat di internet, anda menemukan banyak orang Yahudi, saat anda pergi ke tembok ratapan, mereka  mengatakan ‘Muhammad.. Muhammad.. Muhammad..’,” bebernya.

Pada cuplikan selanjutnya, muncul seorang penceramah yang mengungkapkan soal nama Muhammad di Israel.

Dengan memakai bahasa Inggris yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, penceramah itu menyebut bahwa orang-orang Yahudi di Israel menerjemahkan arti nama Nabi Muhammad yakni ‘sungguh indah’.

“Anda tidak memiliki hak untuk menerjemahkan nama orang. Tapi mereka telah melakukan itu. Muhammad im mereka terjemahkan sebagai ‘Sungguh Indah’. Tapi kata Muhammad ada di sana, dalam bahasa Ibrani aslinya,” ujarnya.

Bagikan