Terkini.id, Jakarta – Sebuah potongan video wawancara dari KH Muhammad Najih Maimoen atau akrab disapa Gus Najih Maimoen yang menyebut Pemerintah RI mendukung pembataian massal terhadap rakyat Indonesia lewat vaksin Covid-19, menuai sorotan publik.
Salah seorang netizen pengguna Twitter NinjaCir3ng yang ikut mengunggah video Gus Najih Maimoen itu menilai rakyat Indonesia sudah muak melihat pelaku penyebar hoax seperti Gus Najih tersebut.
Maka dari itu, ia meminta kepada aparat kepolisian agar tak membiarkan perbuatan para pelaku penyebar hoax seperti Gus Najih Maimoen.
“RAKYAT MARAH & MUAK MELIHAT ORANG-ORANG YANG SEBAR HOAX SEPERTI INI MASIH DIBIARKAN PAKPOL DivHumas_Polri,” cuit netizen NinjaCir3ng, Selasa 13 Juli 2021.
Selain itu, netizen tersebut juga menilai Indonesia sudah banyak direcoki hoax soal covid akibat perbuatan orang-orang yang menurutnya seperti Gus Najih Maimoen.
Ia pun sekali lagi mendesak aparat kepolisian untuk segera memproses hukum Gus Najih Maimoen terkait pernyataannya dalam video itu.
“Negara ini banyak direcoki covidiot salah satunya disebabkan orang-orang Gak ada otak kek gini dibiarkan!! TANGKAP PAK!! KAMI MUAK!!,” tegasnya.
Dalam video tersebut, tampak Gus Najih Maimoen mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah mendukung pembantaian massal.
Menurut Najih, hal itu lantaran Pemerintah RI saat ini sudah dikuasai dan dijajah oleh pihak asing yakni China.
China, kata Najih, memang berniat ingin menguasai Indonesia. Tak hanya itu, negeri Tiongkok tersebut menurutnya juga hendak menggantikan orang pribumi di Tanah Air dengan warga mereka.
“Tadi sudah ada video, (Pemerintah) Indonesia mendukung pembantaian massal. Ini berarti Indonesia dijajah China. Memang China kepengen menguasai Indonesia, ingin menggantikan orang pribumi diganti dengan mereka,” ungkap Gus Najih.
Gus Najih Maimoen pun dengan blak-blakan menyebut bahwa China yang telah menguasai Pemerintah RI hendak membantai rakyat Indonesia namun tidak melalui jalur perang, melainkan lewat vaksin Covid-19.
“Mau Dibantai kita. Tidak lewat perang tapi lewat vaksin,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
