ACT Ngaku Fasilitas Mewah Disesuaikan Sejak Januari, Gus Umar: Gak Takut Masuk Neraka!

ACT Ngaku Fasilitas Mewah Disesuaikan Sejak Januari, Gus Umar: Gak Takut Masuk Neraka!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Terkait kasus dugaan pengambilan dana Umat oleh Lembaga Aksi Cepat Tanggap yang sempat menuai perbincangan publik, kini turut ditanggapi Umar Syadat Hasibuan alias Gus Umar tokoh Nahdlatul Ulama.

Hal tersebut disampaikan Gus Umar melalui sebuah cuitan di akun media sosial miliknya.

Dalam cuitannya, Gus Umar menyebutkan bahwa kasus terus merupakan tindakan yang tidak wajar. Ia pun meminta pihak kepolisian untuk memeriksa lembaga tersebut.

“Mengerikan, Gak Takut Masuk Neraka. Saya setuju mereka ini diperiksa polisi. Uang ummat dipakai sesuka hati mereka,” tulisnya. Dikutip dari Twitter. Selasa, 5 Juli 2022.

Namun, sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menegaskan adanya fasilitas mewah yang dinikmati para petinggi lembaga kemanusiaan global tersebut telah disesuaikan sejak restrukturisasi organisasi, Januari lalu.

Baca Juga

Ia menyebut saat ini seluruh fasilitas kendaraan Dewan Presidium ACT adalah INNOVA. Dikutip dari Wartaekonomi.

Kendaraan tersebut pun tidak melekat pada pribadi, melainkan juga bisa digunakan untuk keperluan operasional tim ACT.

 “Sebelumnya, rata-rata biaya operasional termasuk gaji para pimpinan pada tahun 2017 hingga 2021, adalah 13,7 persen. Rasionalisasi pun kami lakukan untuk sejak Januari 2022 lalu. Insyaallah, target kita adalah dana operasional yang bersumber dari donasi adalah sebesar 0 persen pada 2025,” tuturnya.

Lanjut “Namun tentu perlu ikhtiar dari masyarakat sehingga bisa melakukan distribusi bantuan sebaik-baiknya,” kata Ibnu dalam konferensi pers di kantor ACT di Menara 165, Jakarta Selatan

Ibnu juga menekankan semua permasalahan yang sebelumnya terjadi pada tubuh lembaga, telah diselesaikan sejak Januari 2022 lalu.

“Saat ini kami telah berbenah untuk mengoptimalkan penyaluran kedermawanan ke para penerima manfaat,” tegasnya.

Terkait dengan pemberitaan di media massa, serta percakapan di sosial media, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Isu penyelewengan dana oleh ACT tersebut diungkap oleh Majalah Tempo edisi 2 Juli 2022, yang kemudian viral di sosial media.

“Sejak 11 Januari 2022 tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga. Dengan masukan dari seluruh cabang, kami melakukan evaluasi secara mendasar,” ujar Ibnu Khajar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.