Hakim Senior dan Suaminya Meninggal Covid-19, Kantor Pengadilan Ditutup 14 Hari

Terkini.id, Jakarta – Seorang hakim wanita di Pengadilan Agama di Bukittinggi, Sumatera Barat, meninggal dunia akibat virus covid-19 pada Jumat 14 Agustus lalu.

Berselang 3 hari kemudian, suaminya, yakni Khamidir (63), ikut meninggal dunia akibat covid-19, Senin 17 Agustus 2020 kemarin.

Kematian akibat kasus terinfeksi COVID-19 ini, membuat tempat kerja hakim itu ditutup selama 14 hari.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Buku Vaksinasi Covid-19, Airlangga: Isinya Mencakup Inovasi Menghadapi...

Suami sang hakim, yakni Khamidir, dikenal sebagai seorang buya, tokoh agama sekaligus Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI).

Khamidir meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang rawat pasien COVID-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Achmad Mukhtar, Kota Bukittinggi.

Baca Juga: Karena Ini, Warga Korut Ramai-Ramai Ajukan Gugatan Cerai

Warga Jorong Batang Buo, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam itu, sebelumnya sempat dirawat karena penyakit yang dideritanya. 

Pada Kamis 13 Agustus 2020 lalu, hasil swab test menyatakan korban positif COVID-19.

Mengutip dari sindonews, dua hari sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan korban terus menurun hingga dibantu alat bantu pernafasan ventilator. 

Baca Juga: Karena Ini, Warga Korut Ramai-Ramai Ajukan Gugatan Cerai

Nyawa korban tak terselamatakan dan mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 11.40 WIB, Senin siang.

Humas RSUD dr Achmad Mukhtar Bukittinggi, Murshalman Chaniago mengatakan, kematian korban menyusul istrinya yang terlebih dahulu meninggal pada Jumat pagi lalu.

Istri almarhum Buya Khamidir, Z (59) adalah seorang hakim senior di Pengadilan Agama Kota Bukittinggi.

“Hari ini kami menyelenggarakan secara protokol COVID-19 jenazah almarhum warga agam yang beraktivitas sehari-hari di Bukittinggi seperti yang disampaikan Pak Wali Kota. 

Istri beliau juga meninggal dunia akibat COVID-19 dan sudah dimakamkan pada hari jumat kemarin,” kata Murshalman Chaniago.

Kedua suami-istri itu telah dimakamkan di Komplek Pemakaman Keluarga di kampungnya dengan proses pemakaman standar protokol COVID-19.

Paska kematian hakim Z karena positif COVID-19, kantor Pengadilan Agama Bukittinggi ditutup selama dua pekan. 

Untuk memutus mata rantai dan penyebaran COVID-19, penutupan dimulai sejak 14 hingga 28 Agustus. Seluruh pelayanan di Pengadilan Agama Bukittinggi ditutup.

Sementara itu, hingga Senin 17 Agustus 2020 malam, RS Achmad Mukhtar menerima 53 pasien positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 di antaranya sudah sembuh, 5 meninggal dunia dan 1 dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil Padang. Sedangkan 14 pasien masih menjalani perawatan di ruang isolasi.

Bagikan