Harga Daging Melonjak, Pedagang Mogok, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?

Harga Daging Melonjak, Pedagang Mogok, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?

R
Alhini Zahratana
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Usai aksi mogok produksi pedagang tahu tempe akibat kenaikan harga kedelai, sekarang giliran pedagang daging hendak mogok berjualan.

Sebabnya sama seperti kedelai yakni karena kenaikan harga daging yang membebani pedagang.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Sekjen DPP IKAPPI) Reynaldi Sarijowan berharap aksi mogok ini tidak dilakukan oleh seluruh pedagang daging.

Rencananya mogok dilakukan selama lima hari mulai 28 Februari 2022.

“Memang kami mendapati sejumlah laporan pedagang daging akan mogok jualan, tapi ada hal yang harus diperhatikan juga. Karena ada pihak ketiga seperti penjual bakso, warteg dan sebagainya yang memang memproduksi atau menjual daging tentu akan mengalami kerugian,” katanya dikutip dari laman Republika pada Jumat, 25 Februari 2022.

Baca Juga

Reynaldi mengaku khawatir aksi mogok ini akan membawa dampak pada skala yang lebih besar mengingat waktu pelaksanaannya yang hampir sepekan.

Ia menuturkan bahwa salah satu dampak negatif dari melonjaknya harga daging ini, beralihnya konsumen pasar tradisional ke pasar modern.

IKAPPI bermaksud hendak melakukan komunikasi dengan segera kepada pemerintah agar mengambil langkah untuk melakukan intervensi terkait melambungnya harga daging.

“Dengan cara apa? Dengan cara memastikan stok daging yang ada, karena konsumsi daging dalam negeri kita cukup tinggi. Untuk itu, seharusnya permintaan yang saat ini tidak terlalu tinggi seharusnya dapat mampu ditekan. Kecuali nanti menjelang Hari Raya Lebaran Idul Fitri tentu permintaan akan tinggi dan harga akan melonjak maka jauh sebelum itu pemerintah harus melakukan intervensi,” tuturnya.

Saat ini harga pokok penjualan atau HPP daging cukup tinggi membuat pedagang kewalahan untuk menutup kerugian. Reynaldi mengatakan, bahkan ada HPP mencapai Rp 140.000, sementara harus dijual dengan harga Rp 115.000-Rp 120.000 per kilogram.

“Pedagang sudah mengambil harga di rumah potong hewan sudah tinggi, ini kesulitannya untuk menjual di harga normal,” ujar Reynaldi.

Sementara itu, Kementerian Pertanian menegaskan ketersediaan daging sapi/kerbau hingga bulan Mei 2022 aman dan tercukupi. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi isu yang beredar terkait kenaikan harga daging sapi/kerbau.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah, mengatakan, hasil pendataan dan verifikasi secara faktual data ketersediaan daging sapi/kerbau bulan Februari hingga Mei 2022 sebanyak 240.948 ton sedangkan sedangkan kebutuhan sebanyak 238.211 ton, sehingga masih terdapat surplus sebanyak 2.736 ton.

“Ini artinya secara ketersediaan daging sapi/kerbau hingga bulan Mei tercukupi. Jadi ketersediaan daging untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri aman,” kata Nasrullah dilansir dari laman Republika pada Jumat, 25 Februari 2022.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.