Terkini, Makassar — Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Sanrobone, Kabupaten Takalar, melalui Seminar Project Based Learning (PBL) 2026.
Kegiatan bertema The Future of Heritage: Designing, Digitizing, and Celebrating Sanrobone dengan tagline Inspired by History, Powered by Innovation itu menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam merancang pengembangan destinasi wisata berbasis budaya dan teknologi.
Seminar yang berlangsung di Aula I Wayan Bendhi Poltekpar Makassar, Kamis (25/6/2026), dibuka Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja.
Ia menegaskan bahwa Project Based Learning merupakan metode pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik lapangan sehingga mahasiswa mampu memahami secara utuh pengelolaan destinasi wisata.
“Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan mahasiswa untuk memahami secara komprehensif dinamika pengelolaan destinasi wisata, sekaligus menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujar Herry dalam sambutannya.
- Wali Kota Makassar Munafri Lantik 153 Imam Kelurahan, Akan Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
- Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Soroti Pentingnya PSU
- Klarifikasi Kuasa Hukum Tergugat, Perkara Yang Sedang Bergulir di PN Jeneponto Adalah Bisnis
- POP MART Resmi Hadir di Makassar, Dorong Ekonomi Kreatif dan Permudah Akses Kolektor di Indonesia Timur
- Gugatan Wanprestasi Rp2,2 Miliar Seret Oknum Anggota DPRD Jeneponto ke Pengadilan
Seminar tersebut dihadiri Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Sanrobone, Ir. Muh. Alauddin, Sekretaris Desa Sanrobone, Suwardi, S.Si, serta dosen dan mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata.
Kehadiran pemerintah desa dan pengelola destinasi menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.
Pada kesempatan itu, mahasiswa Semester IV mempresentasikan hasil implementasi Project Based Learning yang telah dilaksanakan di Desa Wisata Sanrobone.
Berbagai gagasan inovatif dipaparkan, mulai dari penguatan konsep wisata berbasis warisan budaya (heritage), penyusunan storytelling kawasan, digitalisasi informasi destinasi, hingga strategi branding dan promosi berbasis potensi lokal.
Mahasiswa juga menawarkan rekomendasi pengembangan paket wisata tematik yang mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, serta partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik dan daya saing Desa Wisata Sanrobone.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan pemerintah desa dan Pokdarwis yang memberikan berbagai masukan terkait implementasi program di lapangan.
Masukan tersebut diharapkan dapat menyempurnakan hasil proyek mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan destinasi.
Melalui Seminar Project Based Learning 2026, Poltekpar Makassar kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan sektor pariwisata melalui inovasi dan kolaborasi bersama masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Wisata Sanrobone sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing, berkelanjutan, serta menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Takalar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
