Harits Abu Ulya: Rezim Jokowi Tak Bijak dan Piawai Kelola Perbedaan Pendapat karena Cenderung Anti Kritik

Harits Abu Ulya: Rezim Jokowi Tak Bijak dan Piawai Kelola Perbedaan Pendapat karena Cenderung Anti Kritik

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menilai bahwa rezim Joko Widodo (Jokowi) tak bijak dan piawai dalam mengelola perbedaan pendapat karena cenderung anti kritik.

Harits Abu Ulya mengatakan itu saat juga menyoroti anak buah Kapolri Listyo Sigit yang mengamankan warga yang mengkritik Presiden Jokowi.

Menurut Harits Abu Ulya, tindakan aparat tersebut sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan demokrasi.

“Rezim Jokowi ini terlihat anti kritik karena tindakan over dari aparat hukum,” ujarnya pada Kamis, 16 September 2021, dilansir GenPI.

Harits Abu Ulya lantas menyinggung bauwa demokrasi mengalami kemunduran di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Baca Juga

Sebab, menurutnya, masyarakat tidak mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi yang seharusnya dilindungi negara.

“Demokrasi mengalami kemunduran, kebebasan berpendapat didegradasi secara sistemis,” tegasnya.

Selain itu, Harits Abu Ulya menilai rezim Jokowi saat ini terlihat sukar melihat perbedaan.

Ia mengatakan kebebasan berpendapat dalam melayangkan kritik atau perbedaan seakan tidak lagi memiliki tempat di rezim ini.

“Rezim Jokowi tidak bijak dan piawai mengelola perbedaan pendapat karena cenderung anti kritik,” katanya.

Sebelumnya, polisi kembali mengamankan warga dan mahasiswa saat kunjungan kerja Presiden Jokowi di daerah dan kampus.

Tindakan tersebut banyak dikritik karena dinilai anti-kritik. Pasalnya, warga dan mahasiswa yang diamankan itu hanya memerlihatkan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.