Heboh! PNS Akan Dihapus dan Digantikan Teknologi Kecerdasan Buatan, Tanda Kiamat PNS Sudah Dekat? Cek Faktanya

Terkini.id, Jakarta – Belakangan ini, isu kiamat Pegawai Negeri Sipil (PNS) hangat diperbincangkan di tengah masyarakat.

Namun, baru-baru ini juga beredar informasi yang lebih mengejutkan bahwa PNS akan dihapuskan dan kiamat PNS sudah dekat.

Kabar tersebut berasal dari akun Facebook dengan nama pengguna “Gibson Hutabarat Abdul” (https://www.facebook.com/profile.php?id=100074047564781).

Baca Juga: Heboh Isu Rencana Uang Baru Gambar Jokowi, Warganet: Kalau Dikasih,...

Di mana akun tersebut mengunggah sebuah potongan video liputan berita dari CNBC Indonesia tentang wacana pemerintah untuk menggantikan PNS dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. 

Dalam unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa PNS juga akan dihapuskan.

Baca Juga: Mohon Maaf, PNS ini Tidak Dapat Gaji 13 di Tahun...

Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Turnbackhkax.id pada Jumat, 3 Desember 2021, video tersebut rupanya hanya merupakan potongan berdurasi 1:04 menit dari video lengkap yang berdurasi 3:40 menit. 

Sementara video liputan berita yang lengkap sendiri telah diunggah oleh kanal YouTube “CNBC Indonesia” dengan judul video “”Kiamat” PNS Semakin Dekat”. 

Bahkan, pada menit 1:38-2:03 di video lengkap juga dijelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan tidak akan menggantikan manusia sepenuhnya.

Baca Juga: Mohon Maaf, PNS ini Tidak Dapat Gaji 13 di Tahun...

Melainkan hanya sekadar membantu dan mempermudah pekerjaan yang dilakukan manusia.

Lebih lanjut, dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Satya Pratama menjelaskan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan tidak untuk menghapus PNS.

Namun, rencana penggunaan teknologi tersebut justru untuk membantu melakukan pekerjaan yang bersifat administratif dan repetitif. 

Satya juga menyatakan bahwa perubahan ini diharapkan akan membuat kinerja PNS menjadi lebih efektif dan efisien.

Dengan begitu, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Gibson Hutabarat Abdul” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content alias berita hoax.

Bagikan