Heboh Presiden China Memohon Doa Umat Islam Terkait Virus Corona, Ini Faktanya

Virus Corona
Informasi Presiden China memohon doa umat Islam terkait virus corona. (Foto: Facebook)

Terkini.id, Jakarta – Virus corona saat ini tengah menjadi perhatian dunia. Virus mematikan yang berasal dari kota Wuhan, China, ini telah membunuh ratusan nyawa manusia dan ribuan lainnya terinfeksi.

Merebaknya virus corona di China membuat pemerintah setempat dan petugas medis di rumah sakit kewalahan menolong para korban dan menghentikan penyebaran virus ini.

Berbagai informasi terkait virus corona juga ikut beredar luas di media sosial. Seperti halnya informasi yang dibagikan oleh salah seorang pengguna Facebook bernama Navias Tanjung.

Lewat unggahannya di Facebook, Navias Tanjung membagikan informasi yang sebelumnya diposting oleh akun Facebook Muhsin Labib. Informasi itu pun sontak viral dan membuat heboh media sosial.

Dalam informasi itu tertulis bahwa Presiden China memohon kepada umat islam untuk mendoakan China.

“Presiden China mengumumkan virus corona telah menjadi epidemi dan memohon kepada umat Islam mendoakan China. (Aljazeera),” demikian tertulis dalam gambar tangkapan layar Facebook Muhsin Labib yang kemudian diunggah oleh Navias Tanjung, Selasa, 28 Januari 2020.

Dalam gambar tangkapan layar itu, tampak foto Presiden China, Xi Jing, dan logo media Al Jazeera.

“Ha ha ha ha ha ha ha , tidak bisa komentar aku,” ujar Navias Tanjung di narasi unggahannya.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta seperti dilansir dari Liputan6, Rabu, 29 Januari 2020, pemberitaan dari Media Aljazeera (Al Jazeera) yang diklaim oleh akun Muhsin Labib sebagai pihak yang memberitakan informasi itu ternyata isi pemberitaannya tidak mengarah seperti apa yang disebutkan Muhsin Labib yang kemudian disebarkan oleh Navias Tanjung.

Artikel media Aljazeera yang mengarah ke klaim itu yakni berjudul ‘China Cracks Down on Wildlige Trade Amid Coronavirus Outbreak’ yang dimuat pada 26 Januari 2020.

Adapun isi dalam artikel Aljazeera tersebut yakni tentang meningkatnya korban jiwa dan kian cepatnya penyebaran virus korona baru mendorong Presiden China Xi Jinping untuk menyatakan wabah itu sebagai situasi yang serius.

Dalam artikel itu sama sekali tidak disebutkan bahwa Presiden Xi Jinping memohon doa umat Islam.

Dari penelusuran fakta lainnya, ditemukan bahwa foto yang diunggah oleh akun Muhsin Labib dan disebarkan oleh Navias Tanjung dengan klaim bahwa Presiden China memohon kepada umat Islam sama sekali tak terkait dengan virus corona.

Foto tersebut dimuat oleh situs news.cgtn.comdalam artikel berjudul ‘Highlights of Xi’s Speech at Conference Marking 40th Anniversary of Reform and Opening-up’ yang terbit pada 21 Desember 2018, silam.

Dalam foto itu, Presiden China Xi Jinping berpidato dalam peringatan ke-40 reformasi dan keterbukaan China, dan sama sekali tak menyinggung tentang virus corona.

Dari penelusuran fakta tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pernyataan akun Facebook Muhsin Labib yang kemudian disebarkan oleh akun Navias Tanjung yang menyebut Presiden China memohon kepada umat Islam mendoakan China terkait virus corona sama sekali tidak terbukti. Unggahan itu masuk dalam kategori konten menyesatkan.

Komentar

Rekomendasi

Lagi, Gadis Sulsel Dilamar dengan Mahar Ditaksir Rp12 miliar

Kenalan di Media Sosial, Ini Alasan Fachry Pahlevi Lamar Putri Bupati Jeneponto dengan Mahar Fantastis

Mahar Pernikahan Putri Bupati Jeneponto dan Anak Bupati Konawe Ditaksir Senilai Rp12 Miliar

Viral, Siswa SMA Ini Menangis Histeris Lihat Kucing Kesayangannya Meninggal Kejang-kejang

Dilamar dengan Mahar 12,5 Hektar Lahan Nikel, Berapa Uang Panaik Anak Bupati Jeneponto?

Pria Gondrong yang Ngamuk di Sekolah Sambil Sebut Nama Menhan ‘Disidang’ Relawan Prabowo

Sinergi bersama Telkom Group, Telkomsel Dukung Gerakan #IndonesiaButuhAnakMuda

Bawa-bawa Nama Prabowo, Pria Ini Ngamuk di Sekolah karena Tak Dikasi Duit

Istimewanya HUT ke-60 Barru: Menteri, Gubernur, Pangdam, Kapolda hingga Ketua DPRD Hadir

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar