Helm yang tidak terkunci dengan benar berpotensi terlepas ketika terjadi kecelakaan sehingga perlindungan terhadap kepala menjadi tidak maksimal.
Karena itu, Wanny mengingatkan pengendara untuk tidak hanya sekadar memakai helm, tetapi juga memastikan seluruh perlengkapan keselamatan digunakan dengan benar.
Jauh Dekat Tetap Pakai Helm
Kesadaran menggunakan helm, kata Wanny, tidak boleh bergantung pada jauh atau dekatnya perjalanan.
“Intinya, jauh dekat tetap pakai helm karena kita tidak tahu kapan kecelakaan itu terjadi,” katanya.
- Gakkum Sulawesi Dalami Jaringan Mafia Perambahan Hutan Loeha, Kedok APL Mulai Tersingkap?
- 85 Peserta Jamnas XII Kwarcab Jeneponto Tiba di Buperta Cibubur
- Gakkum Tangkap Tiga Warga yang Buka 1,3 Ha Kebun Lada di Hutan Lindung di Lutim, Dalami Praktik Jual Beli Lahan
- Agustus Makin Hemat, Swiss-Belinn Panakkukang Hadirkan Promo Merdeka Escape
- Eko Junianto Sabet Juara di AHSRIC 2026, Bawa Nama Astra Motor Sulsel ke Panggung Nasional
Ia menegaskan, keselamatan berkendara seharusnya menjadi kebutuhan pribadi, bukan sekadar kewajiban karena adanya aturan lalu lintas.
“Gunakan helm itu bukan takut sama undang-undang dari kepolisian, tapi pakai helm itu untuk melindungi kepala kita,” ujar Wanny.
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye keselamatan berkendara Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan Astra Honda melalui semangat “Jago Cari Aman, Biar Apa? Biar Happy.”
Wanny mengingatkan pengendara bahwa keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keluarga dan orang-orang terdekat yang menunggu kepulangan.
“Ingat teman-teman, saat berkendara ke mana pun perginya, ada orang tersayang kita yang selalu menanti kita untuk kembali ke rumah dengan selamat,” pesannya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
