Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis menyindir bahwa Partai Solidaritas Indonesia atau PSI hanyalah partai kacangan.
Helmi Felis bahkan meminta agar PSI dibubarkan agar kualitas demokrasi di Indonesia dapat terjaga.
Ia juga menyinggung bahwa ia tak heran jika PSI memfitnah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Pasalnya, menurut Helmi Felis, PSI telah menjadi polusi demokrasi Indonesia sejak berdiri.
“Tidak layak ada Partai kacangan di Indonesia seperti PSI sebenarnya,” kata Helmi Felis, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Jumat, 29 April 2022.
- Helmi Felis ke Jokowi: Bukan Percuma Pak! Tuanya Nanti Jadi Penipu, Umbar Janji Boro-Boro Ditepati
- PPP Dukung Ganjar Melaju di Pilpres 2024, Akun Helmi Felis Singgung Lambang Ka'bah: Memalukan
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Helmi Felis Sebut Anies Baswedan Tercatat Sejarah: Kakek Sampe Neneknya Frontliner!
- Ahmad Nuril Sebut Anies Pemimpin Ibu Kota Sukses, Helmi Felis: Mau Cari yang Gimana Lagi?
“Bubarkan saja, agar terjaga kualitas Demokrasi negara ini,” sambungnya, dengan menandai akun PSI dan Ketua Umum PSI, Giring Ganesha.
Diketahui, sebelumnya Jubir PSI, Sigit Widodo dianggap menyebar hoaks soal Anies Baswedan membagikan kaus bertuliskan “Anies Baswedan Presiden Indonesia Sejahtera”.
Salah satu yang menyoroti unggahan Sigit Widodo adalah Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Naufal Firman Yursak.
Naufal menegaskan bahwa Anies Baswedan sama sekali tidak membagikan kaus dalam video yang diunggah Sigit Widodo.
“Centang biru penyebar hoax begini enaknya diapain? Dia nggak hadir di lokasi, dia nggak lihat apa yg dibagi, bisa-bisanya bilang kaos. Biar lurus: yang dibagikan itu perangkat prokes, masker, hand sanitizer, dll. Mas @elonmusk perlu cabut centang biru penyebar hoax begini,” tulis Naufal, dilansir dari Detik News.
Adapun Sigit Widodo telah menjawab tudingan bahwa menyebarkan hoax soal video Anies Baswedan membagikan kaus di bus pemudik.
Sigit menjelaskan bahwa dalam cuitannya yang pertama, ia jelas meminta klarifikasi dari Anies Baswedan soal apakah ia mengetahui baju kampanyenya sebagai presiden dibagikan kepada kegiatan mudik gratis
Lalu, di cuitan kedua, Sigit Widodo mengunggah video yang beredar dan menampilkan Anies Baswedan tengah memberikan bungkusan yang terlihat seperti kaus.
“Kalau itu diklaim bukan kaus, silakan dibuktikan saja,” ujar Sigit pada Jumat, 29 April 2022, dilansir dari Detik News.
“Tapi jangan lupa, kalaupun itu bukan kaus, di video jelas terlihat ada orang yang mengenakan kaus kampanye tersebut dan mendampingi Pak Anies membagi-bagikan bungkusan tersebut. Artinya ada kampanye politik terselubung dilakukan pada acara tersebut. Itu intinya,” sambungnya.
Sigit Widodo lalu menegaskan bahwa substansi cuitannya adalah mempertanyakan dugaan penyalahgunaan wewenang kepala daerah.
“Substansi twit saya mempertanyakan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang seorang gubernur pada kegiatan yang dibiayai APBD sebesar Rp 13,7 miliar. Gubernur menggunakan acara yang dibiayai oleh rakyat untuk berkampanye,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
