Masuk

Herzaky Mahendra ‘Sindir’ Jokowi: Kalau Semprot Sana-Sini, Tanpa Ada Perubahan Dihadapi Rakyat, Buat Apa!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, rakyat Indonesia tidak butuh aksi-aksi yang menimbulkan kehebohan dan terkesan mencari sensasi belaka.

Apalagi, menurut Herzaky Mahendra aksi itu tanpa ada perubahan secara signifikan dalam substansi kebijakan maupun kinerja.

“Bukan aksi-aksi yang menimbulkan kehebohan dan terkesan mencari sensasi belaka, tanpa ada perubahan secara signifikan dalam substansi kebijakan maupun kinerja,” paparnya.

Baca Juga: Ridho Rahmadi: Dua Periode Pemerintahan Jokowi Tidak Menunjukkan Perbaikkan Pemberantasan Korupsi

Hal ini disampaikan Herzaky merespons teguran Presiden Jokowi kepada para menterinya terkait persoalan minyak goreng dan kenaikan harga Pertamax dalam sidang kabinet paripurna.

Selain dari itu, Herzaky bahkan menyebutkan bahwa yang rakyat butuhkan adalah minyak goreng dan bahan pokok tersedia, dengan harga terjangkau.

“Rakyat butuh minyak goreng dan bahan pokok tersedia, dengan harga terjangkau. Bahan bakar minyak tersedia dan harganya tidak melonjak. Kalau semprot sana-sini, tanpa ada perubahan dan solusi atas kesulitan yang dihadapi rakyat, ya, buat apa?” kata Herzaky.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Pasar Seni Sukawati di Kabupaten Gianyar

Seperti yang dikutip dari Wartaekonomi. Kamis, 7 April 2022. Bahan bakar minyak tersedia dan harganya tidak melonjak. 

“Kalau semprot sana-sini, tanpa ada perubahan dan solusi atas kesulitan yang dihadapi rakyat, ya, buat apa?,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Jokowi menegur jajaran menterinya yang dinilai tidak komunikatif dalam menerapkan sejumlah kebijakan.

“Anggota kabinet, pada semua menteri dan kepala lembaga agar kebijakan yang diambil itu tepat. Sikap, kebijakan, pernyaaan kita harus punya sense of crisis. Harus sensitif terhadap kesulitan rakyat. Jangan sampai kita ini dianggap masyarakat tidak melakukan apa-apa,” tegur Jokowi.

Baca Juga: Antisipasi Penimbun, Distributor Minyak Goreng Batasi Jumlah Pembelian

Lanjut “Tidak ada statement. Tidak ada komunikasi. Harga minyak goreng sudah 4 bulan tidak ada penjelasan ini kenapa. Menteri juga tidak menelaskan apa-apa mengenai ini,” tandas Jokowi.