Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan kabar pembangunan Museum SBY yang digadang-gadang akan menggunakan dana hibah Provinsi Jawa Timur senilai 9 miliar rupiah.
Sampainya kabar tersebut ke telinga masyarakat membuat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY seketika menjadi sasaran hujatan massal.
Pasalnya, banyak masyarakat maupun tokoh publik yang beranggapan bahwa pembangunan museum menggunakan dana hibah pemprov tidaklah etis.
Sebagian besar netizen bahkan berpendapat agar dana tersebut lebih baik dimanfaatkan saja untuk kebutuhan mendesak lain yang menyangkut rakyat secara langsung, misalnya.
Namun, baru-baru ini pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya mengumumkan pembatalan alias melakukan penarikan dana hibah sebesar 9 miliar rupiah untuk Museum presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan tersebut.
- Ribuan Alumni Perikanan Unhas Siap Berkumpul, Diramaikan Pameran UMKM
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
Menurut Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, di Surabaya pada hari Senin kemarin, 22 Februari 2021 yang dilansir dari mediaindonesia, dana itu kini masih berada di Pemerintah Kabupaten Pacitan.
“Kalau memang tidak dipakai dan belum menyelesaikan administrasi, maka dana akan ditarik ke pemprov,” terangnya.
Pihak Pemprov Jatim bahkan telah berkirim surat ke Pemkab Pacitan dengan No: 910/3050/201.2/2021 tentang penarikan kembali bantuan keuangan khusus Kabupaten Pacitan pada perubahan APBD Provinsi Jawa Timur tahun Anggaran 2020.
Diketahui bahwa dalam surat disebutkan bahwa jika tidak dipergunakan sesuai keperuntukan, maka dana tersebut akan ditarik.
Beredarnya kabar pembatalan dana hibah tersebut mengundang berbagai reaksi dari netizen maupun tokoh publik, seperti Denny Siregar, misalnya.
Baru-baru ini ia mencuitkan sesuatu di laman media sosial Twitter miliknya @Dennysiregar: “Pasti @PDemokrat bilang: Gara-gara buzzer nih!”
Seolah membenarkan Denny, yaitu menuding adanya buzzer terkait masalah pembatalan ini, Andi Andis M selaku Ketua Senat Akademi Demokrat turut buka suara melalui media sosial Twitter-nya @AndiAndis6.
“Hibah ini tdk menyalahi aturan dan hukum, tapi guna menghindari polemik karena ada beberapa pihak yang menggunakan buzzerp guna menggiring opini seakan ini lebih parah daripada yang terang-benderang korupsi bansos, jiwasraya, dan asabri maka hibah ini dibatalkan,” tulisnya.
Andi Andis M beropini bahwa sejatinya hibah tersebut sebenarnya tak menyalahi aturan dan hukum, tetapi lebih baik dibatalkan guna menghindari polemik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
