Terkini.id, Seoul – Wali Kota Seoul Korea Selatan, Park Won-soon ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis 9 Juli 2020.
Mengutip dari BBC, mayat Park Won-soon ditemukan di Gunung Bugak, Seoul utara, dekat lokasi sinyal ponsel Won-soon terakhir terdeteksi.
Hingga saat ini, otoritas berwenang belum merilis penyebab kematian dari wali kota yang telah menjabat sejak 2011 tersebut.
Disebutkan, sebelumnya ada laporan dari seorang karyawan perempuan yang menyebut telah menjadi korban pelecehan seksual Won-soon.
Laporan tersebut muncul beberapa jam sebelum wali kota menghilang.
Meski demikian, belum dapat dipastikan bahwa laporan tersebut merupakan pemicu insiden ini.
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dukung Sidak Pemkot Makassar, Pastikan LPG 3 Kg Tersedia di Pangkalan Resmi
- Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Makassar Munafri Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
- Bupati Jeneponto Resmikan Layanan Cathlab di RSUD Lanto Daeng Pasewang
- Hingga September 2026, PSU 221 Perumahan di Makassar Capai Rp6,93 Triliun
- Maulid Akbar Thopoles Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Masyarakat Suppa Berkumpul di Parepare
Petugas polisi Lee Byeong-seok mengungkapkan, Won-soon terlihat oleh kamera keamanan pada pukul 10.53 waktu setempat di dekat pintu masuk daerah berhutan Sungbuk-dong.
Pencarian dimulai sesaat setelah putri wali kota ini melaporkan ayahnya hilang. Sekitar 600 polisi dan petugas pemadam kebakaran, menggunakan drone serta anjing pelacak, melakukan penyisiran lokasi selama berjam-jam.
Kepada polisi, putri Won-soon mengungkapkan bahwa ayahnya meninggalkan sebuah pesan suara yang terdengar seperti wasiat sebelum menghilang.
“Putri Wali Kota melaporkan kehilangan pada pukul 17.17 dan menyebut ponsel ayahnya mati,” ujar pihak kepolisian, dikutip dari Channel News Asia.
Won-soon yang terpilih menjadi wali kota Seoul pada 2011 telah memimpin selama tiga periode. Ia disebut-sebut menjadi calon potensial dalam pemilihan presiden Korea Selatan 2020 mendatang.
Berlatar belakang aktivits sipil dan pengacara hak asasi manusia, ia dulunya kerap mengkritik ketimpangan sosial dan korupsi di Korea Selatan.
Pria kelahiran Changnyeong tersebut sempat terlibat perselisihan dengan eks Presiden Korsel Park Geun-hye, secara terbuka mendukung jutaan orang yang memprotes presiden pada 2017 silam, sebelum presiden dijebloskan ke penjara karena suap dan tuduhan lain.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
