HL Kompas Hari Ini Ulas Banjir Sulsel: ‘Bom Waktu’ di Hulu Jeneberang Mengancam Gowa dan Sekitar

HL Kompas Hari Ini Ulas Banjir Sulsel: ‘Bom Waktu’ di Hulu Jeneberang Mengancam Gowa dan Sekitar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Media cetak nasional, Harian Kompas hari ini menurunkan liputan investigatif tentang kerusakan di hulu Sungai Jeneberang dan potensi banjir dalam skala besar yang sedang mengancam.

Dalam liputan investigatif yang diterbitkan pada hari ini, Senin 4 Maret 2019, harian itu menuliskan bahwa bencana di Sulawesi Selatan masih mengancam.

Beberapa fakta yang ditelusuri adalah terdapat ratusan juta meter kubik material longsor di kaldera Gunung Bawakaraeng yang sewaktu-waktu bisa menggelontor ke bawah.

Material tersebut seperti batu, tanah dan pasir yang tertahan di kaldera Gunung Bawakaraeng, Daerah Aliran Sungai Jeneberang, dan mengendap masuk ke Bendungan Bili-bili.

Material tersebut merupakan bagian dari ‘dinding’ gunung Bawakaraeng yang runtuh pada 2004 silam.

Material yang terlalu banyak itu, bahkan mengisi sepertiga waduk Bendungan Bili-bili yang kapasitasnya mencapai 346 juta kubik!

Baca juga: Kronologi Bunyi Sirene di Bendungan Bili-bili

Material yang mengendap di Bili-bili itu bisa menjadi alasan mengapa muka air bendungan tersebut selalu tinggi saat hujan deras datang.

Bagaimana kerusakan lingkungan itu bisa mengancam banjir di Gowa, Takalar, Makassar dan sekitarnya? selengkapnya ada di Harian Kompas edisi hari ini, Senin 4 Maret 2019.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.