Kronologi Bunyi Sirene di Bendungan Bili-bili

Status Bendungan Bili-bili sudah ditingkatkan dari waspada menjadi siaga
Status Bendungan Bili-bili sudah ditingkatkan dari waspada menjadi siaga

Pukul 07.00 WITA, elevasi permukaan air Bendungan Bili-bili sudah mencapai 99,58. Sesuai SOP, pengelola bendungan harus membunyikan Early Warning System

Terkini.id, Makassar – Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang menyampaikan, ketika elevasi muka air Bili-bili sudah mencapai di atas 99,50 meter, maka pihaknya memang harus mengumumkan kepada masyarakat.

Pihak balai harus menyampaikan bahwa status muka air di bendungan tersebut sedang bergerak dari status pemantauan menuju status waspada. Karena sudah di atas 99,50.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar menyebutkan, penyampaian itu dilakukan dengan mengoperasikan Early Warning System.

“Semacam sirene atau pengumuman yang disampaikan melalui jaringan itu (Early Warning System),” ujar Teuku Iskandar, saat terkini.id berusaha memastikan apakah Early Warning System yang dimaksud adalah sirene.

Early warning system yang berupa pengeras suara tersebut, dibunyikan pada Selasa pagi 22 Januari 2019 setelah hujan lebat turun di Gowa dan sekitarnya.

Sirine yang dibunyikan tersebut, dimaksudkan sebagai peringatan dini kepada masyarakat. Balai membunyikannya pada pukul 07.00 WITA, saat status Bili-bili masih normal. Akan tetapi, pihak pemantau memperkirakan elevasinya terus bergerak menjadi status waspada.

Early Warning System yang berupa pengeras suara tersebut, cuma bisa menjangkau hingga radius 4 kilometer.

Karena tidak semua masyarakat bisa mendengarkannya, Iskandar menghubungi Bupati Gowa, termasuk Wakil Gubernur untuk bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat tentang kondisi tersebut.

Walhasil, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL, mengumumkan melalui media sosial sekitar pukul 12.00 siang, agar warga dekat hilir sungai mengungsi.

Sirine itu juga dimaksudkan agar warga bersiap-siap, karena otoritas bendungan mulai membuka pintu air demi menurunkan muka air waduk Bili-bili. Itu juga berarti wilayah terdekat bisa terdampak luapan air.

“Pembukaan pintu air juga harus sesuai SOP. Dibuka pelan, per 50 centimeter. Tidak bisa dibuka langsung,” katanya.

Status Waspada

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar

Jelang siang, elevasi muka air naik menjadi 99,69. Pihak Balai pun menaikkan status waduk Bili-bili menjadi Waspada.

Iskandar mengaku terus menginformasikan kondisi Bili-bili kepada pihak pemerintah.

Hingga pukul 12.45 WITA, elevasi muka air Bili-bili terus naik hingga tembus 101,36. “Statusnya dari waspada sedang menuju ke siaga,” terang dia.

Status Siaga

Pukul 15.20 WITA, elevasi naik terus dan menjadi 101,78. Itu membuat pihak Balai menaikkan status Bili-bili menjadi siaga.

Menurut Iskandar, dengan ketinggian air permukaan tersebut, maka tersisa beberapa meter untuk sampai batas maksimum, yakni 104 meter. Jika di atas itu, air di bendungan Bili-bili meluap.

“Sampai pukul 18.00 WITA, elevasi air menjadi 101,87, dan pada pukul 19.30 tetap di 101,87,” katanya.

Mulai Surut

Sekira pukul 22.35 WITA, pihak pemantau bendungan Bili-bili mencatat muka air mulai turun. Tercatat, tinggi muka air sudah berada di angka 101,79.

 

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini