Terkini.id, Jeneponto – Humas Kementan, Desi meminta maaf sebelumnya jika dirinya ada salah atau keliru yang membuat rekan-rekan media tersinggung saat mencoba mengakhiri sesi doorstop.
“Saya sangat menghormati semua teman teman media karena terus ingin menjalin hubungan baik,” ungkap Desi yang dikonfirmasi terkini.id lewat pesan Whatsappnya, Minggu, 6 Februari 2022 sekitar pukul 22.28 Wita.
Menurutnya, dirinya tidak menjawab pertanyaan wartawan, namun hanya berniat untuk menyudahi sesi doorstop.
“Sebenarnya saya tidak menjawab pertanyaan, karena tadi saya hanya mencoba menyudahi sesi doorstop. Jika ada yang tersinggung saya minta maaf. Jika ada pertanyaan yang belum terjawab terkait KUR boleh silahkan ditanyakan nanti kita fasilitasi,” tutup Desi.
Dimana sebelumnya diberitakan, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo pantau lahan perluasan yang dipersiapkan untuk gerakan tanam bersama Presiden, Joko Widodo di Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu. 6 Januari 2022.
- Perkuat Link and Match dengan Industri, Polbangtan Kementan dan Syngenta Buka Peluang Karier bagi Mahasiswa dan Alumni
- Cetak Agen Perubahan, Polbangtan Kementan Bekali Mahasiswa Kiat Pengembangan Sapi Perah di Daerah Tropis
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Mentan Amran Jawab Isu "Pesta Babi" di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan
- Bangun Kampus Bersih dan Sehat, Polbangtan Kementan di Gowa Implementasikan Gerakan ASRI
Syahrul Yasin Limpo tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WITA didampingi Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar bersama beberapa pejabat.
Dari pantauan terkini.id, di lokasi, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo datang dengan tidak mematuhi protokol kesehatan tidak memakai masker di tengah rombongan, masker hanya digantung di kantong bajunya.
Bahkan saat berdialog dengan petani pun Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tidak sama sekali memakai masker.
Dalam berdialog dengan para petani, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, bahwa Kementerian Pertanian mempunyai banyak dana, namun untuk dipinjamkan ke petani.
Namun, pada saat sesi wawancara, Mentan, Syahrul Yasin Limpo tidak menjawab pertanyaan salah seorang wartawan berapa jumlah dana KUR yang disiapkan untuk petani. Bahkan anehnya, salah seorang Humas Mentan mengatakan ‘ahhh’, seakan tidak menghargai wartawan.
“Saya kecewa, kalau pak Mentan tidak menjawab itu tidak masalah, namun saya persoalkan kata ahhhh yang dikeluarkan oleh salah seorang Humas Kementan, Desi tidak beretika,” kata wartawan yang mempertanyakan jumlah KUR, Ulla Lurang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
