Terkini.id, Jakarta – Ketua Cyber Indonesia Husin Alwi Shihab, buka suara ikut menanggapi pernyataan yang dilontarkan oleh Munarman soal kasus terorisme yang ditudingkan padanya.
Dalam persidangan yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Munarman membantah adanya tudingan tersebut.
“Akal sehat orang waras sudah pasti melihat bahwa perkara a quo hanya dagelan. Sebab, bertentangan dengan logika akal sehat,” ujar Munarman dalam persidangan, Rabu 15 Desember 2021.
Menurutnya, jika ia benar seorang teroris maka saat gelaran aksi 212 tahun 2016 lalu sudah barang pasti Presiden dan seluruh jajarannya pindah ke alam lain alias meninggal dunia.
“Sudah dapat dipastikan bahwa seluruh pejabat tinggi yang hadir di Monas tanggal 2 Desember 2016 tersebut sudah pindah ke alam lain,” sambung Munarman yang pada saat itu menjadi Korlap aksi 212.
- Sinopsis: Di Balik Layar Film G30S/PKI, Mulai dari Tujuan Dibuatnya hingga Para Pemeran yang Beradu Akting
- Ringkasan Film G30S/PKI, Penculikan dan Pembunuhan Terhadap 7 Jenderal Serta Perlawanan Soeharto
- Denny Siregar Sebut Sejak Zaman Soeharto Tidak Ada yang Mau Terima Harga BBM Naik
- TNI Lakukan Pelatihan Bela Negara Untuk Eks Napi dan Preman, Rizal Ramli: Apa Maksudnya Ini
- Singgung Mendiang Istri Soeharto, Netizen: Dia Ditembak Mati Anaknya Sendiri
Menanggapi pernyataan Munarman tersebut, nampaknya Husin Shihab tak bisa lagi menahan mulutnya untuk tak berkomentar.
Ia pun mengatakan, seandainya analogi Munarman tersebut dibalik. Menurutnya, jika Munarman hidup di zaman Soeharto, sudah pasti Munarman hilang tanpa jejak.
“Coba analoginya dibalik. Kalau Munarman hidup dijaman Soeharto sudah ‘dihilangkan’ tanpa jejak,” cuit Husin Shibab melalui laman Twitter pribadi-nya.
Pria asal Pamekasan tersebut lantas menyebut, jika kelompok radikalis seperti Munarman berafiliasi dengan teroris lalu mencaci maki Presiden RI sudah pasti hilang tak tahu kemana di era Orde Baru.
“Kelompok radikalis yang berafiliasi dengan teroris ini dengan mudahnya mencaci maki Presiden RI dan memprovokasi umat. Coba jaman Soeharto begitu, pasti langsung hilang,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
