Terkini.id, Jakarta- Sekretaris Jenderal Komite Pemberantasan Mafia Hukum Husin Shihab menyatakan diri menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad ke Sumenep Madura, Jumat 20 Mei 2022.
Menurut Husin Shihab, Sumenep merupakan kota dengan kadar toleransi paling tinggi di Madura. Husin mengingatkan agar para ustaz yang intoleran dan radikalis tidak menyiarkan pahamnyavuntuk menjaga kerukunan umat beragama di Sumenep.
“Sumenep kota toleransinya yg paling tinggi di Madura, jangan sampai Sumenep dijadikan tempat para ustad intoleran dan radikalis menyiarkan pahamnya sehingga merusak kerukunan antar umat beragama disitu,” tulis Husin Shihab dalam akun Twitter pribadinya, Jumat 20 Mei 2022.
Lantas Husin menyatakan sikapnya bersama para santri Sumenep menolak kedatangan UAS untuk mengisi ceramah di Masjid Jami’ Sumenep.
“Saya bersama santri di Sumenep menolak UAS ceramah di Masjid Jamik Sumenep!” kata Husin.

- Posting Video Anies Baswedan, Husin Shihab: Gaya Salaman Kaum Tukang Bid'ah
- Posting Video Anies Baswedan Ogah Tangannya Dicium, Husin Shihab: Dia Sudah Capek Berbohong
- Husin Shihab Sebut Habib Rizieq Kumat: Nabi Digadaikan Seakan Dia Mewakili Nabi
- Singgung Habib Rizieq Dapat Pesan Dari Rasulullah, Husin Shihab: RS Kumat Lagi, Main Sara Mulu
- Dokter Tifa: Polisi Salah Sasaran Joshua Itu Batak, Beda Jawa Atau Sunda Pasrah Mau Digebukin
Selanjutnya, Husin menjelaskan terkait Masjid Jami’ Sumenep yang dianggap sebagai simbol toleransi di Madura.
“Masjid Jamik Sumenep itu simbol toleransi yang ada di Madura,” ujar Husin.
Arsitektur bangunan masjid tersebut, kata Husin, dipengaruhi berbagai unsur kebudayaan mulai dari Tiongkok, Eropa, Jawa dan Madura.
“Arsitektur bangunan masjid itu, secara garis besar banyak dipengaruhi unsur kebudayaan Tiongkok, Eropa, Jawa, dan Madura,” jelas Husin.
“Salah satunya pada pintu gerbang pintu masuk utama masjid yang corak arsitekturnya bernuansa kebudayaan Tiongkok,” imbuhnya.
Sebab demikian, Husin menyerukan agar simbol toleransi pada masjid tersebut tidak ternodai dengan kedatangan UAS yang dianggap intoleran dan radikalis.
“Jangan sampai dinodai dengan kedatangan UAS yang intoleran dan radikalis,” ujarnya.
Dalam unggahan lain, pria berkelahiran Madura tersebut mengungkapan keironisan terhadap pemerintah daerah Madura yang mendukung acara ceramah UAS.
“Makin besar kepala radikalisme dan intoleran yg ada di negeri ini ketika ustad radikal dan intoleran disupport oleh beberapa BUMD setempat,” tulis Husin.
“Kalaupun tdk bisa dicegah minimal tidak disupport begini. Ironis!” imbuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
