IDC 2021 Sulsel, Indah Putri Indriani Paparkan Pesona ‘Negeri Berselimut Awan’ di Lutra

IDC 2021 Sulsel, Indah Putri Indriani Paparkan Pesona ‘Negeri Berselimut Awan’ di Lutra

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Memasuki hari keempat, event Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kali ini berlangsung di Sulawesi Selatan, Kamis 18 November 2021.

Empat narasumber yang hadir secara virtual, di antaranya Kepala Dinas Informasi, Komunikasi dan Persandian Sulsel Amson Padolo, Bupati Maros H. Andi Syafril Chaidir Syam, S.I.P., M.H., Bupati Maros, Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani serta Ketua Asosiasi GM Hotel Seluruh Indonesia (IHGMA) I Gede Arya Pering Arimbawa.

Dalam sesi konferensi yang mengangkat tema ‘Pemulihan Ekonomi Sulawesi Selatan Melalui Digitalisasi Pariwisata’ itu, para pembicara sepakat tentang perlunya sebuah kolaborasi.

Mereka sepakat membangun kolaborasi demi memajukan pariwisata daerah. Sejumlah destinasi pariwisata di Sulsel, khususnya di Maros dan Luwu Utara, punya destinasi yang perlu mendapat dukungan promosi.

“Semua daerah di Sulsel punya panorama yang indah, punya kuliner yang khas sebagai kearifan lokal. Semua terjalin dalam harmoni sebagai modal dasar. Pemerintah pun dituntut untuk bersinergi dan berkolaborasi.

Oleh karena itu, digitalisasi pariwisata adalah solusi untuk bertahan di tengah Pandemi dengan melakukan adaptasi kolaborasi inovasi,” terang Kadis Informasi, Komunikasi dan Persandian Sulsel, Amson Padolo saat membacakan sambutan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Kata dia, termasuk dalam salah satu digitalisasi pariwisata itu adalah pembayaran digital yang telah didukung oleh sistem QRIS Bank Indonesia.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Akademisi Bidang Pariwisata, Dr Syamsu Rijal itu, dua bupati muda di Sulsel, Indah Putri Indriyani dan Chaidir Syam juga menyampaikan beberapa beberapa pesona daerahnya yang perlu mendapat dukungan.

Negeri Berselimut Awan di Rangkong, Lutra

Indah Putri Indriani mengungkapkan, Luwu Utara  punya potensi pariwisata yang besar. Namun, pariwisata belum memberi kontribusi yang besar terhadap PDRB daerah tersebut.

“Salah satunya kita punya wilayah yang kita sebut Negeri Berselimut Awan di Kecamatan Rangkong. ini daerah yang sejuk, dan dalam waktu waktu tertentu seperti hilang ditutupi awan,” ungkapnya.

Ada juga Padang Savana yang luas dan indah di daerah Rangkong, yang bisa dinikmati para wisatawan.

“Khusus untuk wilayah Seko, RPJMD Pemerintah Provinsi Sulsel sebelumnya telah menetapkan daerah ini sebagai kawasan strategis karena persis di jantung Sulawesi dan berbatasan dengan dua provinsi.

Potensinya luar biasa, bukan cuma peternakan, tetapi perkebunan dan tanaman pangan,” jelasnya.

Indah pun berharap beragam destinasi di Luwu Utara tersebut bisa ‘diviralkan’ melalui strategi digitalisasi pariwisata.

“Kita harap, karena ini kerja jerja kolaborasi, bersama sama, kita dorong pentahelix dalam rangka memulihkan ekonomi nasional khususnya Sulsel,” terang dia lagi.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Luwu Utara mengalami kontraksi hingga minus 0,59 pada tahun lalu. Berbeda dengan pada 2019 yang tumbuh hingga 7 persen.

“Untuk pariwisata ini, masih berjobtribusi 1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Ketua AMSI Sulawesi Selatan, Herwin Bahar menjelaskan, penyelenggaraan IDC ini merupakan bagian dari upaya AMSI untuk memperkuat strategi promosi daerah, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“AMSI Sulsel yang merupakan bagian dari AMSI Pusat terdiri dari berbagai media online Sulsel. Kita berharap, kolaborasi pemerintah dengan  media siber ini bisa membantu untuk kembali bangkit dari pandemi,” harapnya. 

Untuk Sesi di Sulsel  sejumlah pihak turut mendukung, di antaranya, Kampus UIM
Kampus Poltekpar Makassar, Kampus Stikpar serta Kampus Universitas muhammadiyah Parepare.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.