Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengaku belum mendapatkan informasi ihwal safari dakwah oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Makassar.
Kendati begitu, Rudy menegaskan dirinya tak akan membiarkan ada yang merusak upaya pemerintah kota untuk mengendalikan Covid-19 di Makassar.
“Yang jelas kebijakan pemerintah bahwa bagaimana kita menghindari bagaimana potensi merusak upaya kita, yang sudah kita upayakan berbulan-bulan,” kata Rudy, Senin, 23 November 2020.
Menurutnya, saat ini, terhitung pemeritah kota telah berjuang mengendalikan pandemi Covid-19 selama 9 bulan terakhir.
Oleh karena itu, pihaknya menegaskan untuk tak membuat keteledoran dengan mengizinkan pengumpulan massa dalam jumlah besar.
- PT Vale Bekali Tenaga Kerja Lokal dengan Keterampilan Alat Berat
- Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar Sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Jadi Rumah Nyaman Bagi Seluruh Kader
- Fashion Show Tenun Nusantara Jadi Daya Tarik Delegasi Internasional di IGS 2026 Makassar
- IGS 2026: Delegasi 28 Negara Nikmati Sunset Losari dan Kuliner Khas Makassar di Kapal Pinisi
- Dekranasda Makassar Dorong UMKM dan Perajin Lokal Tembus Pasar Global di IGS 2026
“Lantaran hanya keteledoran kita membuat titik kumpul dan menimbulkan massa dalam jumlah besar. Tentu harus kita hindari,” ungkapnya.
Untuk itu, Rudy mengimbau seluruh warga Makassar untuk menghindari terjadinya pengumpulan massa dalam jumlah besar. Lantaran hal itu dapat menimbulkan penularan Covid-19.
“Atas nama pemerintah kota, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari mengumpulkan massa yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, terkini.id berusaha menghubungi Ketua DPD FPI Sulsel, Habib Muchsin Alhabsyi, namun belum ada respons.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
