Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengaku belum mendapatkan informasi ihwal safari dakwah oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Makassar.
Kendati begitu, Rudy menegaskan dirinya tak akan membiarkan ada yang merusak upaya pemerintah kota untuk mengendalikan Covid-19 di Makassar.
“Yang jelas kebijakan pemerintah bahwa bagaimana kita menghindari bagaimana potensi merusak upaya kita, yang sudah kita upayakan berbulan-bulan,” kata Rudy, Senin, 23 November 2020.
Menurutnya, saat ini, terhitung pemeritah kota telah berjuang mengendalikan pandemi Covid-19 selama 9 bulan terakhir.
Oleh karena itu, pihaknya menegaskan untuk tak membuat keteledoran dengan mengizinkan pengumpulan massa dalam jumlah besar.
- 14 Titik Demo di Makassar 27 Agustus, Ini Lokasi yang Perlu Diwaspadai Pengendara
- Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi
- DPRD dan Pemprov Sulsel Batalkan Rencana Kenaikan Tarif BBNKB dan PBBKB
- Identitas Para Terduga Pelaku Karhutla di Luwu Timur Sudah Dikantongi Aparat, Motifnya untuk Buka Kebun
- Kebakaran Hanguskan 3 Rumah Di Balang Toa Jeneponto, Bupati Turun Langsung Ke Lokasi
“Lantaran hanya keteledoran kita membuat titik kumpul dan menimbulkan massa dalam jumlah besar. Tentu harus kita hindari,” ungkapnya.
Untuk itu, Rudy mengimbau seluruh warga Makassar untuk menghindari terjadinya pengumpulan massa dalam jumlah besar. Lantaran hal itu dapat menimbulkan penularan Covid-19.
“Atas nama pemerintah kota, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari mengumpulkan massa yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, terkini.id berusaha menghubungi Ketua DPD FPI Sulsel, Habib Muchsin Alhabsyi, namun belum ada respons.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
