Terkini.id, Jakarta – Para pekerja seks komersial (PSK) di Thailand terpaksa kembali menjajakan dirinya ke jalanan di saat aturan Lockdown tengah diberlakukan di negara tersebut.
Sebelumnya, saat aturan Lockdown diberlakukan, sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Bangkok ditutup oleh pemerintah.
Hal itu membuat para PSK kehilangan pekerjaan dan tak lagi bisa mencari nafkah untuk hidup mereka sehari-hari.
Lantaran khawatir kelaparan, sekitar 300 ribu PSK di negara itu nekat turun ke jalanan mencari pelanggan agar bisa makan.
Salah seorang PSK bernama Pim mengaku tak punya pilihan lain selain kembali bekerja mencari pelanggan agar bisa makan. Meskipun dirinya sendiri takut dengan virus Corona.
- Supratman Pimpin DPRD Makassar, Golkar dan PKS Isi Kursi Wakil
- Pengakuan Lucinta Luna Jadi PSK: Pertama Kali ke Singapura Digituin, Ada Persenannya
- Polda Sulsel Ungkap Praktik Prostitusi Online, Libatkan 3 Anak di Bawah Umur
- Dampak Sri Lanka Bangkrut, Wanita Barter Hubungan Seks Dengan Makanan
- Bercerita Soal PSK, Nikita Mirzani: Miris sih, Tarif Mereka Itu Rp250 sampai Rp700 Ribu
“Saya takut virus tapi saya perlu mencari pelanggan untuk membayar kamar dan membeli makanan,” kata Pim, seperti dilansir dari AFP, Minggu, 5 April 2020.
Pim mengatakan bahwa ia sudah 10 hari tak mendapat pelanggan lantaran harus tinggal di rumah akibat kebijakan Lockdown. Sementara, tagihan untuk biaya hidupnya sehari-hari terus berjalan.
“Dulu aku menghasilkan uang yang layak, terkadang 300 sampai 600 dolar AS per minggu. Kami melakukan ini karena kami miskin. Jika kami tidak membayar penginapan, kami akan diusir,” ujarnya.
Salah seorang PSK lainnya, Alice, mengaku terpaksa pindah dari bar tempatnya bekerja ke jalanan.
Hal itu ia lakukan karena bar tempatnya bekerja telah ditutup pemerintah dan pekerjaannya otomatis kut terhenti.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
