Terkini.id, Jakarta – Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, memberi hukuman ‘kurungan’ para pejabat yang dianggap lalai mengantisipasi COVID-19 hingga terjadi lonjakan kasus.
Melansir dari CNN Indonesia pada Minggu, 29 Mei 2022, kabar sikap sang presiden diktator tersebut didapatkan dari seorang pejabat Kota Chongjin, Hamyong Utara, yang diwawancarai Radio Free Asia (RFA).
Pemerintah Korea Utara menganggap bahwa lonjakan kasus COVID-19 yang tidak terkendali di negara tersebut akibat kelalaian para pejabat terkait.
“Dalam pertemuan resmi di gedung komite partai pekan lalu, beberapa pejabat dihukum karena kegagalan mereka mengatur sistem karantina darurat. Beberapa dari mereka adalah dua manajer yang sempat telat mengunci wilayah (lockdown) asrama pekerja di unit produksi mereka,” ungkapnya.
Para pejabat yang dimaksud mendapatkan hukuman kurungan (isolasi total dari dunia luar) selama beberapa hari, kemudian dibawa naik ke panggung untuk dikritik secara terbuka oleh publik.
- Karena Ini, Warga Korut Ramai-Ramai Ajukan Gugatan Cerai
- Viral! Pria Mirip Kim Jong Un Sumbang Lagu di Nikahan, Netizen: Kalau Nyumbang Nuklir Bahaya
- Viral Pria Mirip Kim Jong Un Nanyi di Kondangan, Komentar Lucu Netizen Bikin Ketawa
- Mulai Terkuak, Ternyata Ini Penyebab Kenapa Kim Jong Un Semakin Kurus
- Kim Jong-un Paksa Pensiunan Tentara Bertani Untuk Mengatasi Krisis Pangan di Korut
Hukuman semacam ini akan memberikan efek jera berupa beban moril sehingga diharapkan selanjutnya mereka dapat bekerja lebih baik.
Meskipun begitu, para pejabat justru memilih mengundurkan diri dari posisi mereka setelah menjalani hukuman akibat rasa malu yang tak tertahankan.
Hingga saat ini, Korea Utara masih tidak ingin menyebut negara tersebut telah terjangkit COVID-19, melainkan melaporkan sebagai ‘demam misterius’.
Sebanyak 3,3 juta orang terserang ‘demam misterius’ ini dan 69 orang telah meninggal dunia karenanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
