Iming-iming Jabatan, Penipu Catut Nama Kepala BPKSDMD Kota Makassar

Iming-iming Jabatan, Penipu Catut Nama Kepala BPKSDMD Kota Makassar

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Sejumlah penipu memanfaatkan momen perombakan jabatan di tubuh Pemerintah Kota Makassar dengan meminta uang ke Aparatur Sipil Negara.

Oknum tersebut mengatasnakan diri sebagai Plt Kepala BKPSDM Kota Makassar Siswanta Attas lantas meminta uang dengan iming-iming jabatan.

Plt Kepala BKPSDM Makassar, Siswanta Attas meminta seluruh aparatur pemerintah kota berhati-hati dan tak mempercayai informasi tersebut.

Siswanta mengaku mendapatkan informasi soal penipuan tersebut dari keluarga. 

“Dia meminta dana kepada para PNS dan dijanjikan untuk dipromosikan atau diberikan jabatan,” kata Siswanta, Rabu, 26 Mei 2021.

Baca Juga

Selain menyasar pejabat pemerintah kota, Siswanta mengatakan oknum tersebut juga menawarkan jabatan ke para guru.

“Termasuk guru-guru yang mau diberikan jabatan dengan mengatasnamakan Kepala BKPSDM Kota Makassar,” kata Siswanta.

Siswanta mengatakan bagi ASN yang pernah ditawari jabatan agar mengabaikan hal itu. Ia mengatakan dirinya tak pernah melakukan hal tersebut.

“Tolong jangan diladeni karena itu semuanya tidak benar adanya, penipu sekarang sudah beredar dimana-mana,” tegasnya.

Ia pun meminta pejabat pemerintah kota dan guru untuk menginformasikan secara langsung bila menemukan indikasi adanya penipuan.

“Tolong konfirmasi langsung kesaya kalau ada yang mengatas namakan kepala BKPSDM, terima kasih,” tutupnya.

Sebelumnya, kasus penipuan terjadi di tubuh Damkar Makassar. Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Hasanuddin mengatakan modus orang tersebut menggunakan atribut Damkar lalu masuk di beberapa instansi perkantoran dan sekolah. 

Setelah itu meminta sejumlah uang dengan memaksa mengganti Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Orangnya atas nama Irvan biasanya mengatasnamakan petugas Damkar yang masuk ke sekolah dan perkantoran. Seolah sebagai petugas retribusi dan langsung memaksa atau mengganti APAR,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin mengatakan harga APAR kalau kita beli di tempat lain tidak mahal. Terlebih, kata dia, jika sekadar merefill isi tabungnya. 

“Ini justru biaya yang dibebankan tiga kali lipatnya,” ungkapnya.

Hasanuddin mengatakan kejadian ini tak hanya terjadi sekali. Orang yang dimaksud rupanya berulang kali melakukan modus penipuan serupa dan sangat meresahkan masyakarat. 

“Sudah banyak laporannya kita dapat. Infonya orang ini salah satu ASN di kelurahan,” tuturnya. 

Sebab itu, Hasanuddin mengatakan bila ada orang yang membawa nama intansi Damkar untuk meminta sejumlah uang, mesti harus memperlihatkan surat tugas. Bahkan, bisa melapor ke Damkar untuk memastikan kebenarannya.

“Kita memang ada petugas yang menagih retribusi. Pemeriksaan alat Damkar di instansi tapi tidak begitu nilainya. Kami imbau masyarakat agar berhati-hati,” tutupnya. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.