Impor Indonesia Pada Februari Turun Menjadi Rp 170 Triliun

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Makassar.(instagram.com/pelindo_4)

Terkini.id, Jakarta – Sepanjang Februari 2018, Indonesia tercatat melakukan impor hingga US$ 12,20 miliar (sekitar Rp 170 triliun).

Angka itu sebesar 18,61% dibanding Januari 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto mengatakan hampir semua golongan impor mengalami penurunan.

“Nilai impor Indonesia pada Februari 2019 sebesar USD 12,20 miliar. turun 18,61 persen dibanding Januari 2019 (mtm).

Jika dibandingkan Februari 2018 (YoY) turun 13,98 persen,” katanya di kantor BPS, Jakarta, Jumat 15 Maret 2019 lalu.

Baca juga: Ekspor RI Turun Tajam di Februari Jadi US$ 12,53 Miliar

Ada sejumlah faktor, kata dia, yang menyebabkan penurunan impor di sepanjang bulan Februari. Jumlah hari yang lebih pendek yakni hanya 28 hari, menjadi salah satu pemicunya.

“Perkembangannya sama dengan ekspor, di mana Februari ada penurunan, karena jumlah hari yang lebih pendek. Jadi Februari ini impornya US$ 12,20 miliar,” katanya.

Penurunan jumlah impor, lanjut dia, dipicu penurunan impor di hampir semua jenis barang dan kelompok barang.

“Bisa dilihat, semua merah, artinya impor konsumsi, barang modal, bahan baku alami penurunan semua. Konsumsi mtm turun 17,43% yang turun buah buahan, jeruk mandarin itu alami penurunan lumayan tajam, buah pir juga, beberapa artikel yang berbuat dari plastik.

Bahan baku turun 21,11% MtM yang turun adalah minyak mentah dan berbagai jenis baja. Barang modal turun 7,09% antaranya kendaraan bermotor,” tandas dia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Ekonomi

Sumatera Setelah Pemilu 2019

ADA proyek strategis yang sejak era SBY sudah digagas. Apa itu ? Sumatera tengah super kuridor. Itu proyek koneksitas antara Riau sebagai gateway ASEAN