Terkini.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Jendral Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan ancaman ke depan adalah krisis pangan. Tantangannya saat ini adalah memenuhi kebutuhan pangan 273 penduduk di tengah pandemi.
Menurut Suwandi, ancaman tersebut tecermin ketika di dalam negeri tidak tersedia pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutu, aman, bergizi, merata, dan terjangkau.
Tantangan yang sedang dilewati saat ini kata dia, adalah pandemi Covid-19, dengan memenuhi kebutuhan pangan 273 juta penduduk. Ada beberapa strategi dari Kementan untuk membangun pertanian menghindari krisis pangan.
“Yang pertama adalah meningkatkan kapasitas produksi, diimplementasikan ke dalam program-program, baik itu perluasan area, intensifikasi, termasuk food estate. Selain itu tidak boleh ada tanah sejengkal pun nganggur, harus kita dorong,” ujarnya dalam webinar, Rembuk Daerah 1, Tantangan Pangan Masa Depan dikutip dari Sindonews, Minggu, 17 Oktober 2021.
Dilansir dari Sindonews, Suwandi mengatakan, di balik rencana ini ada tantangan lain, seperti adanya alih fungsi lahan, terutama di Pulau Jawa, yang penduduknya bertambah setiap tahun.
- Ancaman Krisis Pangan, Kementerian Pertanian Dorong Pembentukan Lumbung Desa
- Hadapi Dampak El Nino, Menteri Perdagangan Siap Gelontorkan Bantuan Rp8 Triliun
- OMG Sulsel Dorong Peran Kelompok Tani untuk Cegah Krisis Pangan
- Mentan ajak Alumni SPP SPMA Kementan Sinergi Bangun Pertanian
- Perkuat SDM Pertanian di Maluku, Kementan Tingkatkan Kolaborasi dengan Komisi IV DPR RI
“Kita maksimalkan cara bertindak satu, tetapi peluang-peluang pangan lokal kita dorong supaya ada peningkatan produksi,” sambungnya.
Pangan lokal yang dimaksudkan oleh suwandi seperti singkong, ganyong, jagung, talas, sukun, dan lain-lain. Pangan tersebut harus didorong produksinya di daerah-daerah yang potensial.
“Masing-masing daerah agar fokus pada pangan lokal untuk mencukupi kebutuhan masing-masing,” tambahnya.
Hal tersebut berfungsi agar lebih mudah mengenal sentra pangan lokal yang sesuai dengan daerah masing-masing. Hal selanjutnya yang akan dilakukan untuk menghadapi tantangan pangan masa depan adalah memperkuat cadangan pangan.
Menurutnya, selama ini cadangan pangan yang dimiliki adalah lewat Bulog, namun Kementan menyusun rencana supaya ada penguatan cadangan pangan di level rumah tangga.
“Level desa juga membikin lumbung atau gudang-gudang pangan. Kemudian ada cadangan pangan di level provinsi, kabupaten, dan seterusnya. Masing-masing itu nantinya saling mengisi dan memperkuat,” tambahnya.
Selanjutnya yang masih perlu dibangun adalah smart farming, atau biasa disebut dengan pertanian modern. “Faktor pendorong perubahan yang lebih baik adalah inovasi dan teknologi. Itulah yang mampu menggeser pompa produksi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
