Ini Tanggapan Ketua IWO Terhadap Perwali 36/2020 yang Bertentangan UU Pokok Pers

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Perwali 36 tahun 2020
Bang Cule (Zulkifli Thahir) Ketua Ikatan Wartawan Indonesia (IWO) Sulsel

Terkini.id, Makassar – Dilansir dari Koranmakassar.com (rabu,8 Juli 2020) Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel Zulkifli Thahir yang sering dikenal dengan nama Bang Cule, angkat bicara tentang perwali 33 yang akan diterapkan oleh pemerintah kota Makassar dalam waktu dekat ini.

Dalam kutipannya, Perwali Makassar Nomor 36 Tahun 2020, akan efektif berlaku dimulai 9 Juli 2020. Salah satu aturan dalam Perwali tersebut yaitu warga luar kota Makassar yang tak punya Surat Bebas Covid-19 dilarang masuk Makassar.

Aturan diatas tertuang pada Bab V Pembatasan Pergerakan Lintas Daerah. Sehingga setiap warga luar kota Makassar yang ingin beraktifitas di dalam kota Makassar, wajib memperlihatkan Surat Keterangan (Suket) Bebas Covid. Dasarnya tertuang pada Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 8, pada perwali 36 tahun 2020

Bang Cule menerangkan bahwa pasal tersebut diduga rawan terjadi mis komunikasi di lapangan antara petugas perbatasan dengan rekan-rekan di lapangan. Lantaran Profesi Wartawan tidak tertuang dalam perwali 36 tersebut dan dinilai oleh bang Cule bertentanan dengan UU Pokok Pers No.40/1999

“Miris memang. Jangan kan Perda, aturan tertinggi saja undang undang kedaruratan, pers tidak pernah diperhatikan. Padahal pers sangat rentan terpapar karena mereka kadang dekat dengan ODP, PDP atau OTG.” ujar Bang Cule.

Menarik untuk Anda:

“Tugas pers itu memberitakan, menjembatani apa yang menjadi bagian dari Gugus Tugas mulai dari tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten Kota. Nah, disitulah peran pers namun Pemerintah tidak pernah memperhatikan.” lanjutnya.

Untuk itu, harapan Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel, meminta sekiranya Profesi Jurnalis dapat dimasukkan dalam aturan perwali 36 tersebut. Untuk dipahami dan diketahui, Jurnalis banyak bekerja di luar ruangan mungkin saja berdekatan dengan OTG, ODP bahkan bisa juga PDP, sehingga perlu mendapat perhatian khusus.

Menurut bang Cule, biaya Rapid Tes mahal, Swab juga mahal sementara penghasilan seorang Jurnalis tidak seberapa yang diperoleh. Sehingga dinilai kurang etis jika harus menambah beban lagi bagi Jurnalis untuk mendapatkan Suket bebas Covid-19 setiap 14 hari sekali.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

45 Alumni Prodi Ahwal Syakhsiyah Unismuh Makassar Wisuda di Tengah Pandemi

Daya Tarik Hutan Mangrove Matalalang, Selayar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar