Masuk

Ini Tujuan Penandatanganan RPP dan RKT Kerjasama Penguatan Fungsi TWA Danau Matano

Komentar

Terkini.id, Makassar – Sebagai langkah awal mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Timur, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BBkSDA Sulsel melakukan penandatanganan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Kerjasama Penguatan Fungsi TWA Danau Matano, bekerjasama 3 pihak.  Jum’at, 19 November 2021. 

Penandatanganan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) kerjasama penguatan fungsi TWA Danau Matano secara virtual di Makassar dan Sorowako, oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Direktur Eksternal PT. Vale Indonesia Tbk., dan Ketua Lembaga Adat Mokole Nuha. 

Penandatanganan RPP dan RKT ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan perjanjian kerja sama 3 pihak, antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Lembaga Adat Mokole Nuha dan PT. Vale Indonesia Tbk pada tanggal 13 September 2021 di Gedung Manggala Wana Bakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta. 

Baca Juga: Gakkum KLHK Jerat Kejahatan LH dan Hutan di Karawang dengan Pidana Berlapis

Penyusunan RPP dan RKT ini dimaksudkan sebagai kerangka kerja dalam rangka kerja sama selama 4 tahun  (2021 – 2025). 

Tujuan dari penyusunan RPP dan RKT ini adalah mengoptimalkan kegiatan konservasi, rehabilitasi, pelestrian ekosistem pesisir TWA Danau Matano pada Blok Khusus Soluro. 

Selanjutnya, pemanfaatan secara lestari sumber daya alam yang ada untuk kesejahteraan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip konservasi. 

Baca Juga: Vale Sabet Tiga Penghargaan ISDA Award 2022 Terkait Program Pemberdayaan Masyarakat

Kemudian, tersedianya acuan dalam penyusunan RKT dan instrument pelaksanaan evaluasi kegiatan kerja sama di Taman Wisata Alam Danau Matano antara Balai Besar KSDA Sulsel dengan Lembaga Adat Mokole Nuha dan PT. Vale Indonesia Tbk. 

Adapun ruang lingkup kegiatan berdasarkan perjanjian kerjasama meliputi; pemulihan Ekosistem melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman endemic Tembeua (Kjelbergiodendeon sp) di pesisir TWA Danau Matano Blok Khusus Soluro. 

Pemberdayaan masyarakat adat melalui pengembangan agroforestry, agrosilvofishery, agrosilvopastura dan ekoeduwisata. 

Konservasi spesies endemic TWA Danau Matano dengan kegiatan domestikasi dan restocking serta pengendalian populasi ikan asing invasif. 

Baca Juga: Momentum HUT KORPRI ke-51, Menteri KLHK: Pentingnya Moral dalam Landasan Bekerja

Peningkatan kapasitas masyarakat adat dan pengelola Kawasan Monitoring dan evaluasi. 

Ketua Lembaga Adat Mokole Nuha, Andi M. Baso, dalam sambutannya mengajak kita semua untuk berbuat, jangan hanya tanda tangan. 

“Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, yang tidak bisa jangan janji kepada masyarakat. 
Kita manfaatkan dan kembangkan apa yang telah dilakukan masyarakat adat tanpa pamrih, seperti pembangunan kebun pembibitan,” tandasnya. 

Direktur Eksternal PT. Vale Indonesia Tbk., Endro Kusuma, menyampaikan bahwa penandatanganan RPP dan RKT harus ditindaklanjuti dengan cepat, sehingga masyarakat dan kita semua dapat merasakan manfaatnya. Selama 4 tahun kita akan bekerjasama. 

Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc., menuturkan bahwa pertemuan ini merupakan komitmen kita bersama, kerja sama 3 pihak, untuk melaksanakan langkah-langkah aksi yang konkrit. 

“Melalui RPP dan RKT kita akan memulai kegiatan secara bertahap 4 tahun ke depan, mengingatkan kembali pesan penting Direktur Jenderal KSDAE KLHK, Ir. Wiratno, M.Sc., agar perjanjian kerja sama ini jangan hanya menjadi dokumen saling pengertian antar pihak, tetapi harus menjadi kesepakatan dengan alam dan secara nyata dilaksanakan di tapak,” jelas Kepala BBKSDA Sulsel, Thomas Nifinluri. 

Di samping itu, Kepala Balai Besar KSDA Sulsel juga menyampaikan apresisasi dan ucapan terimakasih kepada PT. Vale Indonesia Tbk., yang menyiapkan sumber pendanaan, kepada Lembaga Adat Mokole Nuha yang sudah menyiapkan sumber daya, modal sosial, kekompakan sangat penting dalam pelaksanaan kerja sama ini Balai Besar KSDA Sulsel bersama Lembaga Adat Mokole Nuha dan PT. Vale Indonesia Tbk., akan mengawal kegiatan-kegiatan selama 4 tahun ke depan. 

“Semoga kolaborasi dalam rangka penguatan fungsi TWA Danau Matano ini dapat mewujudkan harapan dan visi yang sama dari Direktorat Jenderal KSDAE dalam hal ini Balai Besar KSDA Sulsel, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT. Vale Indonesia Tbk., dan Lembaga Adat Mokole Nuha dalam hal pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem kawasan konservasi secara berkelanjutan,” tutupnya.