Intip Cerita Mantan Peserta Wisata Covid-19 Sulsel, Ini Kesannya

Terkini.id, Jeneponto – Pasca menjalani karantina wisata Covid-19, Haerullah Lodji yang akrab disapa Oji, menuturkan kisah yang dialami setelah terpapar Covid-19.

Penggiat sosial petinggi Pattiro Jekan itu saat dinyatakan terpapar Covid-19 menyampaikan doa dan permohonan maaf atas segala kesalahannya melalui media sosial, dia tak menghiraukan stigma apakah akan dihindari oleh sahabatnya karena terpapar Covid-19.

“Kami sekeluarga melakukan pengambilan Sampel (Swab) pada 8 Juli 2020, hasilnya disampaikan oleh tim gerak cepat (TGC) Dinas Kesehatan Jeneponto, 10 Juli 2020 dan menyatakan saya terkonfirmasi positif dan Alhamdulillah seluruh kontak erat Negatif,, saat itu saya dan keluarga dalam kondisi baik, secara fisik cukup bugar walaupun ada penurunan kondisi imun,” ungkap Haerullah Lodji, kepada terkini.id, Minggu, 8 Nopember 2020.

Baca Juga: Gakkum KLHK Kembali Tahan Tersangka Pemilik Kayu dan Pemodal Pengangkutan...

Lebih lanjut Khairullah Loji mengatakan, saat akan menjalani isolasi, dirinya pun pamit lewat media sosial,” Kami mohon doanya, Dalam beberapa hari kedepan akan melakukan isolasi, terima kasih kawan-kawan, jaga diri, tetap tingkatkan imunitas dan tetap berdoa,” tuturnya.

Haerullah juga menuturkan apa yang dialami, dirasakan saat berada di hotel wisata Covid-19.

Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Makassar Ingatkan Protokol Kesehatan

“Saya masuk di hotel wisata Covid-19 11 Juli 2020, dalam perjalanan ke hotel wisata Covid-19, saya bersama seorang petugas Gizi di salah satu PKM di Jeneponto yang sudah saya kenal, sedangkan 2 orang lainnya baru kenalan lebih jauh diatas ambulance,” tuturnya.

Dari perkenalan itu, mereka saling bertanya,  tentang sebab akibat sehingga terpapar Covid-19,”Kenapa bisaki terpapar, kutipan salah satu pembicaraan kami, dari pembicaraan kami, menurut mereka dengan jumlah nakes yang terpapar covid-19 saat itu  sebanyak 9 orang, harusnya PKM sudah tutup pelayanan, karena akan sangat menghawatirkan bagi nakes yang lain dan warga yang datang berobat.

Menurut Haerullah Lodji, salah seorang anggota Nakes yang terpapar Covid-19, bertanya kepadanya.

Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Makassar Ingatkan Protokol Kesehatan

“Saya ditanya “kita kak, klaster manaki? Itumi juga saya bingung terpapar klaster mana,, ku jawab begitu, mereka mengatakan “kak mungkin banyak dosata ini semua yang tidak kita sadari jadi nakasiki jalan begini Tuhan supaya tobatki” aku semat termenung dan berdoa “Ya Allah jika betul ada banyak dosaku yang kusengaja dan tidak kusengaja mohon ampuni ya Allah,” pungkasnya.

Menjelang Magrib, mereka tiba di Makassar, hotel Imawan, dan disambut, tim Fantastic 4,” Peserta wisata telah tiba” kata Oji menirikan lontaran kata tim Fantastic 4.

Di hari ketiga saat berada di tempat Isolasi Wisata Covid-19, Oji mengaku  merasakan kondisi yg sangat baik, kondisi fisik yang cukup bugar, hampir tidak ada keluhan yang  dia alami.

“Selama di hotel Imawan, sayq menerima cukup banyak dukungan, ucapan kekuatan, saya merasakan Doa, Simpati, Empati, perhatian ini amat saya rasakan, kepercayaan diri dan kerinduan untuk segera berada bersama orang-orang terkasih terus hadir, itu merupakan suplement imun batin yang akan menyegerakan kesembuhan dan pulih dari Covid-19,” ujarnya.

Dia mengatakan, suplement makanan, buah, vitamin dari Keluarga, sahabat, kerabat sebagai bentuk dukungan lain untuk menyegerakan dirinya segera hadir di Jeneponto dalam kondisi sehat wal Afiat.

“Support dan perhatian dari keluarga, teman dan sahabat sungguh itu adalah “Vit” yang sesungguhannya, itu saya anggap nikmat membatin,” kata Oji.

Terkhusus layanan hotel wisata, Oji mengatakan amat baik,”tentu saja jangan dibayangkan keramahan pelayan hotel,” tidak ada fasilitas yang kurang dari biasanya, makan 3 kali sehari, air yang cukup, suplement dan obat tepat waktu, layanan pengaduan, Alhamdulillah amat baik,” imbuhnya.

Lebih jauh Oji menturkan, babak baru akan dimulai saat orang yang terpapar telah melaksanakan isolasi dan kembali kerumahnya untuk beradaptasi dengan masyarakat.

“Ada ketakutan, kehkawatiran, bahkan menyalahkan kepada penyandang kasus corona. Saya pun menjadi sangat bingung, bagaimana saya harus bersikap, bagaimana saya akan memulai bertegur sapa, memulai berjamaah di masjid, memulai berinteraksi dengan lingkungan sosial, jangan kuatir semua itu akan berlalu secara berangsur saya dapat berinteraksi dengan masyarakat, satu harapan saya, imunitas tubuh dan support dan dukungan menjadi kekuatan dalam menjalani ubah perilaku di tengah Pandemi Covid-19,” terangnya.

Bagikan