Intip Keseruan ‘Project Kewirausahaan’ SMA 1 Islam Athirah Kajaolalido Makassar

Intip Keseruan ‘Project Kewirausahaan’ SMA 1 Islam Athirah Kajaolalido Makassar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, MakassarSMA Islam Athirah Kajaolalido Makassar sukses menggelar event ‘Project Kewirausahaan’ yang berlangsung sejak 10 Mei hingga 15 Juni 2022.

Pada hari terakhir, Rabu 15 Juni 2022, digelar kegiatan besar panen project yang menampilkan skill sejumlah siswa Athirah.

Salah satu yang ditampilkan dalam panen project ini adalah tarian flash mob yang dikolaborasikan langsung oleh guru-guru dan para peserta didik SMA Islam Athirah Kajaolalido.

Selain itu, grup band juga tampil menghibur kegiatan kewirausahaan yang menghadirkan berbagai jualn produk makanan dan kerajinan hasil karya para siswa di Hall Lantai 1 SMA Islam Athirah Kajaolaliddo.

Kepala Sekolah SMA Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, Tawakal Kahar S.Pd, M.Pd menyampaikan, panen project merupakan istilah untuk penampilan hasil akhir dari produk yang telah disusun oleh para siswa.

Menurut dia  kewirausahaan merupakan salah satu tema dari 7 tema yang telah disiapkan oleh pemerintah untuk project profil pelajar Pancasila. 

Intip Keseruan ‘Project Kewirausahaan’ SMA 1 Islam Athirah Kajaolalido Makassar

Diantara 7 tema yang dimaksudkan, sudah ada dua tema yang telah diselenggarakan yakni kebhinekaan global dan perubahan iklim.

Ketujuh tema yang dimaksudkan kata Tawakkal, telah diberikan waktu capaian selama 3 tahun.

“7 tema yang dimaksudkan tadi dikerjakan selama 3 tahun,” cetusnya.

Produk-produk yang dipamerkan dalam Project Kewirausahaan tersebut dibuat oleh para siswa, kebanyakan produk makanan dan minuman. Hal itu kata dia, terinsipirasi dari ramainya para pemuda-pemudi milenial yang mencoba membuka usaha melalui kedai-kedai.

“Produk yang dominan diproduksi oleh anak-anak pada tema kewirausahaan ini yakni produk makanan dan produk minuman. 

Ini terinspirasi dari beberapa kedai-kedai yang saat ini banyak dilakukan oleh para pemuda-pemuda milenial. Jadi prinsipnya tanpa perlu tempat yang besar anak-anak tetap bisa menjual, seperti menjual di rumah mereka masing-masing. Akhirnya orientasinya begini, ketika jadi mahasiswa mereka sudah bisa mencari uang,” jelasnya.

“Dalam proyek ini yang diukur adalah karakter, kemudian keterampilannya anak-anak. kalau kognitif pengetahuan kan seperti pembelajaran di kelas pada umumnya sementara ini adalah keterampilan yang dinilai,” imbuhnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.