Terkini.id, Wewit – Ikatan Pelajar Mahasiswa Wewit (IPMW) Kupang dan Pemuda melakukan bakti sosial di desa Wewit, Kec. Adonara Tengah, Kab, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bakti sosial ini berupa pembersihan fasilitas umum seperti jalan, sekolah dan rumah ibadah.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai dari hari minggu, 10 Januari dan berakhir di hari rabu, 13 januari 2021.
Terlaksananya kegiatan ini karena adanya menjalankan proker bakti sosial (baksos) pada departemen Humas organisasi IPMW disaat rapat kerja (raker) lll periode 2020/2021 yang diketuai oleh Sahrul Sukwan.

Dalam kegiatan bakti sosial ini, organisasi IPMW melibatkan semua pemuda yang ada di desa yang dibawa pimpinan Gilang.
- Dugaan Perampasan Alat Kerja Wartawan di Jeneponto, Ketua IWO Sulsel, Ini Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Pers
- Bersama Menhaj RI, Wali Kota Munafri Sambut Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar
- Pilu, Bocah di Bulukumba Menangis Histeris Ibunya Meninggal Terlindas Truk Tronton Pengangkut Ekskavator
- Ponpes VTHQ Malino Wisuda 52 Santri, Direktur: Alumni Kami Banyak Diterima di Berbagai Kampus Ternama
- Perkuat Link and Match dengan Industri, Polbangtan Kementan dan Syngenta Buka Peluang Karier bagi Mahasiswa dan Alumni
Adanya kegitan ini, Gilang sangat berterimakasih kepada temen-teman IPMW hampir setiap kali pulang kampung halaman selalu ada kegiatan seperti ini. Ini juga salah satu bentuk pengabdian terhadap kampung halaman.
“Kami senang dengan teman-teman IPMW yang pulang kampung ada kegiatan seperti ini, karena yang mengingat kampung halaman itu kalau bukan kita siapa lagi”, ucap Gilang.
Lanjutnya, artinya bahwa untuk mempercayai aparat desa untuk mengingat kampung itu hanya sebatas ilusi.
Dengan adanya keterlibatan pemuda tersebut Sahrul menyatakan ini adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah atau ketimpangan sosial yang ada di desa misalnya pemabuk, mencuri, berkelahi dan lain sebagainya.
” Saya secara pribadi melibatkan pemuda karena yang paling pertama, pemuda sering kali dianggap tidak berguna, perusak karena beberapa alasan semisal minum mabuk, berkelahi, mencuri dan lain-lain”, ucap Sahrul saat dihubungi lewat pesan messenger.
Lanjutnya, meskipun beberapa alasan itu tidak berdiri sendiri. Karena tidak mungkin pemuda mencuri dan sebagainya jika mereka ada pekerjaan.
“Sehingga kegiatan ini dikemas dalam konsep yang sederhana, tapi paling tidak ini adalah salah satu contoh kecil yang membuktikan bahwa pemuda sebenarnya tidak seperti itu”, tandasnya.
Berakhirnya kegiatan ini adanya makan bersama dari hasil patungan anggota IPMW dan Pemuda serta kontribusi desa sebesar rp.350.000.00.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
