Islam, Iman dan Ihsan

Terkini.id, Makassar – Dalam kepustakaan Islam diberikan penjelasan dengan terang benderang, bahwa konsep Islam memiliki tiga tingkatan yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. 

Sebagai seorang muslim maka wajib untuk memahami dengan baik adanya tiga tingkatan ini sebagai sesuatu yang utama dan penting. 

Oleh karena, seorang muslim bisa disebut menjadi muslim yang seutuhnya atau kaffah apabila dapat mencapai tingkatan sebagai seorang mukmin dan muhsin.

Baca Juga: Netizen Sebut Covid Konspirasi Hancurkan Islam, Denny Siregar: Islam Lemah...

Untuk itu, perlu dipahami adanya perbedaan antara islam, iman, dan ihsan. Dari penjelasan hadits Arbain diberitakan, bahwa Rasulullah pernah ditanya oleh malaikat Jibril tentang apa itu Islam lalu kemudian Nabi Muhammad SAW pun menjawab, bahwa Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan Selain Allah (yang haq) dan bahwasanya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, bagaimana mendirikan shalat, bagaimana menunaikan zakat, berpuasa pada bulan ramadhan dan berhaji ke Baitullah jika mempunyai kemampuan. 

Dari jawaban Nabi tersebut di atas itulah yang kemudian disebut dengan konsep rukun Islam. Bahwa yang dimaksud dengan rukun adalah berupa amalan – amalan lahiriyah yang harus dikerjakan atau dilakukan dan mencakup syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. 

Baca Juga: Sindir Netizen Soal Konspirasi, Denny Siregar: Lemah Amat Islam di...

Bilamana seseorang melakukan atau mengerjakan amalan tersebut, maka orang tersebut dikatakan sebagai seorang muslim.

Selanjutnya, makna dan timgkatan Iman diberikan pula penjelasan, bahwa kemudian malaikat Jibril bertanya lagi kepada Nabi Muhammad SAW mengenai Iman kepada Rasulullah. 

Lalu kemudian Rasulullah menjawab, bahwa 
Iman itu ialah beriman dan percaya kepada Allah SWT, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan percaya kepada takdir yang baik maupun yang buruk. 

Baca Juga: Tinggalkan Islam Masuk Kristen, Kakak Seleb: Gue Berdoa Tantang Tuhan

Dalam pengertian ini, maka konsep iman diartikan sebagai hal-hal yang bersifat batiniah atau bisa juga disebut sebagai amalan batin dimana berkenaan dengan persoalan keimanan atau kepercayaan terhadap Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan juga keimanan kepada takdir. 

Dalam arti, bahwa orang yang sudah mencapai tingkatan keimanan maka bisa disebut sebagai seorang mukmin. 

Dengan kata lain, konsep keimanan merupakan sesuatu yang lebih khusus dibandingkan konsep keislaman. Dengan demikian, ketika seseorang disebut sebagai seorang mukmin, maka orang tersebut sudah pasti seorang muslim. Akan tetapi, tidak setiap muslim dapat disebut sebagai seorang mukmin.

Adapun makna dan tingkatan Ihsan diberikan pula penjelasan, bahwa saat Rasulullah Muhammad SAW ditanya oleh malaikat Jibril mengenai perkara ihsan, maka Rasulullah dengan tegas menjawab, bahwa bilamana engkau beribadah kepada Allah SWT maka seolah-olah engkau melihat-Nya, apabila kamu tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia pasti melihatmu. 

Konsep ihsan adalah persoalan yang berkenaan atau mencakup cara dan rasa seorang muslim dalam beribadah. 

Dalam Islam diketahui bahwa ada dua tingkatan dalam ihsan yakni; seseorang yang beribadah seakan mampu melihat Allah, dan jika tidak mampu melihat Allah, maka seseorang tersebut beribadah dengan rasa diperhatikan oleh Allah SWT.

Bagikan