Terkini.id, Makassar – Bulan Ramadan, yang dijadikan momen suci bagi umat Islam, segera akan tiba. Namun, dalam menentukan awal Ramadan, terdapat perbedaan pendapat yang khas di antara organisasi keagamaan di Indonesia.
Muhammadiyah, pemerintah, dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki pandangan yang berbeda mengenai penetapan awal Ramadan.
Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada 11 Maret 2024. Keputusan ini diumumkan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024.
Pandangan Muhammadiyah didasarkan pada perhitungan hisab, yang mengacu pada peredaran bulan.
Sementara itu, pemerintah menetapkan awal Ramadan berdasarkan perhitungan hisab dan sidang isbat. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam RI telah merencanakan awal Ramadhan 1445 H pada 12 Maret 2024, tetapi keputusan akhir masih menunggu sidang isbat yang dijadwalkan pada 10 Maret 2024.
- Lebih dari 230 Petugas Teknik diturunkan, PLN Terus Dorong Pemulihan Listrik Sulsel
- Dukung Kinerja Pelindo, PT BIMA Perkuat Keandalan Infrastruktur Pelabuhan di Era Transformasi
- Pemkab Jeneponto Gelar Rapat Optimalisasi Penerimaan BPHTB PLTB Tolo 2 dan 3 Serta Transaksi Digital
- Pupuk Indonesia Catat Penjualan 495.849 Ton di Sulsel, Naik 24 Persen
- Rekam Jejak Ali Kamri Nawir, Sosok Sutradara di Balik Gurita Mafia Lahan Hutan Lindung Sulawesi
Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia, belum menetapkan awal Ramadan 2024. PBNU bersama Lembaga Falakiyah (LF) akan melakukan pemantauan hilal di 50 hingga 60 titik pada 10 Maret 2024.
Hasil pemantauan ini akan disampaikan ke Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan pada sidang isbat.
Perbedaan pendapat dalam penetapan awal Ramadhan tidak jarang menjadi pembicaraan hangat di kalangan umat Islam.
Meskipun demikian, para pemimpin agama berharap bahwa perbedaan pandangan ini tidak akan mengurangi semangat umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, Ramadan adalah waktu untuk meningkatkan ibadah dan menyegarkan spiritualitas.
Oleh karena itu, apapun keputusannya nanti, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, serta mengambil hikmah dari perbedaan pandangan yang ada.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
