Terkini.id, Jakarta – Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan angkat suara terkait tudingan radikal kepada Din Syamsuddin yang sedang ramai diperbincangkan publik.
Mahfud MD menegaskan posisi pemerintah terkait laporan dari Gerakan Anti Radikalisme Intitut Teknologi Bandung (GAR ITB).
Menurut Mahfud MD, pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin sebagai tokoh yang radikal.
Sebaliknya, Din Syamsudiin justru mengusung moderasi beragama yang sama dengan pemerintah.
“Pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh pemerintah,”tulis Mahfud di akun twitternya @mohmahfudmd pada Sabtu, 13 Februari 2021.
- Kesempatan Emas, Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
- PT Vale Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Solidkan Gerakan Kolektif untuk Iklim dan Masa Depan Morowali
- PPI Makassar Kukuhkan Anggota Baru, Gandeng Alliance Franaise Perluas Wawasan Global Pelajar
- Wabup Gowa Sambut Kepulangan 385 Jemaah Haji, Harapkan Jadi Teladan dan Penggerak Kebaikan di Masyarakat
- PDAM Makassar Lakukan Pekerjaan Darurat Kebocoran Pipa, Sejumlah Titik Terdampak
“Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adalah Darul Ahdi Wassyahadah,” lanjut Mahfud di akun twitternya @mohmahfudmd pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Mahfud MD lalu menyebut bahwa sebutan yang sesuai untuk Din Syamsuddin adalah kritis, bukan radikal.
“Beliau kritis, bukan radikal,” lanjut Mahfud MD.
Selain itu, Mahfud juga menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menindaklanjuti laporan dari GAR ITB.
Menurutnya, Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) memang pernah menerima laporan dari sekelompok orang yang mengaku dari ITB.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
