Terkini.id, Jakarta – Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan angkat suara terkait tudingan radikal kepada Din Syamsuddin yang sedang ramai diperbincangkan publik.
Mahfud MD menegaskan posisi pemerintah terkait laporan dari Gerakan Anti Radikalisme Intitut Teknologi Bandung (GAR ITB).
Menurut Mahfud MD, pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin sebagai tokoh yang radikal.
Sebaliknya, Din Syamsudiin justru mengusung moderasi beragama yang sama dengan pemerintah.
“Pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh pemerintah,”tulis Mahfud di akun twitternya @mohmahfudmd pada Sabtu, 13 Februari 2021.
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
“Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adalah Darul Ahdi Wassyahadah,” lanjut Mahfud di akun twitternya @mohmahfudmd pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Mahfud MD lalu menyebut bahwa sebutan yang sesuai untuk Din Syamsuddin adalah kritis, bukan radikal.
“Beliau kritis, bukan radikal,” lanjut Mahfud MD.
Selain itu, Mahfud juga menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menindaklanjuti laporan dari GAR ITB.
Menurutnya, Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) memang pernah menerima laporan dari sekelompok orang yang mengaku dari ITB.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
