Di sudut lain desa, kisah Daeng Tompo (60 tahun) menjadi representasi paling nyata dari manfaat besar program ini. Sebagai petani sawah seumur hidup, Daeng Tompo adalah saksi bisu betapa beratnya perjuangan para petani di daerah ini. Puluhan tahun lamanya, setiap kali masa panen tiba, ia dan istrinya harus memikul karung-karung gabah yang beratnya puluhan kilogram, berjalan kaki jauh melintasi tanah berlumpur.
“Sudah puluhan tahun saya memikul hasil panen sawah dari pinggir ladang ke jalan raya. Bahu ini sudah kasar, kaki ini sudah lelah. Kalau hujan turun, rasanya ingin menyerah saja karena jalanan licin dan becek,” kenang Daeng Tompo sambil menatap bangga jalan beton yang kini melewati persis di depan lahan pertaniannya.

Kini, senyum lega dan bahagia tak pernah lepas dari wajahnya. Bersama istrinya, Daeng Tompo menjadi salah satu warga yang paling bersyukur atas kehadiran jalan rabat beton ini. “Sekarang, mobil pengangkut bisa masuk sampai dekat pematang sawah. Kami tidak perlu lagi memikul beban berat itu. Tenaga kami tersisa untuk mengolah tanah lebih baik lagi. Jalan ini adalah berkah besar bagi kami, bagi anak cucu kami nanti. TNI tidak hanya membangun beton, tapi mengangkat beban hidup kami yang berat selama puluhan tahun,” ucapnya terharu.
Kisah Daeng Tompo adalah satu dari ribuan kisah serupa yang tersebar di sepanjang lokasi pembangunan. Ia adalah bukti hidup bahwa sasaran pembangunan TMMD—baik fisik maupun nonfisik—benar-benar tepat sasaran.
Berbicara soal sasaran nonfisik, TMMD ke-128 juga tidak kalah kaya manfaatnya. Berbagai penyuluhan digelar mulai dari wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan, bahaya narkoba, hingga cara bertani yang maju. Tak hanya itu, warga juga dimanjakan dengan pelayanan pengobatan gratis, pemberian bantuan sembako bagi yang kurang mampu, pasar murah untuk meringankan beban ekonomi, serta edukasi penting lainnya. Semua ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya makmur secara fasilitas, tetapi juga cerdas dalam pengetahuan, sehat secara jasmani, dan kuat dalam menjaga keutuhan bangsa.

- BNI Gelar Wondrful Dwidayatour Fest 2026 di Makassar, Tawarkan Diskon Liburan hingga Rp14 Juta
- Brigade Pangan Sulbar Naik Kelas, Kementan Bekali SDM dengan Teknologi Pertanian Terkini
- BPBD Makassar Hadirkan Tiga Terobosan Sekaligus: 23 Ribu Relawan, SIGAP PESISIR, dan Siaga Kekeringan
- Salam Sehat Indonesia di Makassar Besok, Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis! Yuk Ramaikan
- Mubes Perdana MHDC Perkuat Fondasi Organisasi, Rolling Thunder Tebarkan Semangat Persaudaraan
Warisan Abadi: Membangun Negeri Dari Desa
Kini, setelah satu bulan berlalu dan kegiatan resmi ditutup, jejak kebersamaan itu tetap abadi. Jalan rabat beton sepanjang 1.100 meter itu kini berdiri kokoh, menjadi ikon baru kemajuan Desa Arungkeke Pallantikang. Ia adalah simbol kekuatan gotong royong, bukti bahwa apa pun yang dikerjakan bersama-sama akan menghasilkan karya yang luar biasa.

Program TMMD ke-128 Tahun 2026 di Jeneponto telah membuktikan kebenaran besar: bahwa pembangunan negeri sesungguhnya dimulai dari desa. Melalui tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, TNI telah membuktikan komitmennya dalam memperkuat sinergi lintas sektoral demi pemerataan kemajuan.
Lebih dari sekadar infrastruktur, yang tersisa di hati masyarakat Tanah Turatea adalah rasa persaudaraan yang mendalam, keyakinan bahwa negara selalu hadir, dan semangat baru untuk terus bergerak maju. Sebagaimana pesan yang terus dikumandangkan, kekuatan TNI sejatinya lahir dari rakyat, dan kekuatan rakyat tumbuh kokoh saat bersatu bersama TNI. Di tanah ini, di Desa Arungkeke Pallantikang, kemanunggalan itu telah menorehkan sejarah indah: sejarah tentang jalan yang mulus, pangan yang terjamin, ekonomi yang tumbuh, dan harapan yang tak pernah padam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
