Jenazah PDP COVID-19 Ditolak Warga di Maros, Akhirnya Dimakamkan di Sudiang

Pasutri Corona
Pasien virus corona di Sulsel. (Foto: Ilustrasi)

Terkini.id, Makassar – Jenazah seorang PDP COVID-19 ditolak dimakamkan oleh sejumlah warga di Pemakaman Nipa-nipa Kecamatan Moncongloe, Maros pada Minggu dini hari tadi, sekira pukul 02.00 WITA.

Jenazah PDP COVID-19 tersebut meninggal dunia di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada Sabtu malam.

Namun, jenazah warga BTN Paopao tersebut ditolak oleh warga. Saat petugas hendak mengembalikan jenazah ke RS Wahidin, pihak Rumah Sakit juga menolak Jenazah dikembalikan ke RS

Camat Somba Opu Agussalim di Gowa, Minggu mengatakan, jenazah PDP COVID-19 berinisial AR sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang Makassar pada Minggu 29 Maret 2020 pagi.

“Kami telah berkoordinasi dengan ketua kerukunan keluarga BTN Pao-Pao Permai dan RW, didapati kabar jika almarhum sudah dimakamkan,” ujarnya seperti dikutip dari antara.

Baca juga:

Ia mengatakan pasien PDP yang sempat dirawat di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar ini meninggal dunia di rumah sakit pada Sabtu 28 Maret 2020, dan dikremasi jenazahnya sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik.

Namun, warga di sekitar TPU Baki Nipa-nipa Antang menolak pembawa jenazah yang akan memakamkan AR pada Minggu 29 Maret 2020 dini hari sekitar pukul 02:50 WITA.

Jenazah AR kemudian dibawa kembali ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, namun pihak rumah sakit juga menolak karena jenazah sudah dibawa keluar dari rumah sakit.

“Kami dari pihak pemerintah akan terus mengawasi keluarga dari pasien PDP dan meminta agar melakukan isolasi diri di rumah. Mengenai kebutuhan pokoknya, pemerintah akan menjamin semuanya,” kata dia.

Dia juga sudah meminta kepada kelurahan, RW dan RT agar membantu pemerintah dalam melakukan edukasi kepada masyarakat serta memperhatikan aktivitas warga di tengah pandemi COVID-19 ini.

“Saya sudah meminta kepada pak RW dan RT agar memantau terus keluarga pasien PDP itu. Kalau ada kekurangan dalam kebutuhan pokoknya, segera koordinasikan untuk segera didistribusikan sesuai dengan perintah bapak bupati,” demikian Agussalim.

Komentar

Rekomendasi

Pria Ini Diramalkan Tawaf Sendirian di Kabah 20 Tahun Lalu, Kini Jadi Kenyataan

Pesan Imam Besar Istiqlal untuk Jemaah Jika Masjid Dibuka saat New Normal

Heboh Arah Kiblat Masjid Mengarah ke Utara, Diduga Ajaran Sesat

Sudah Disekolahkan Hingga Jadi Dokter, dr A Malah Putuskan Hubungan dengan Orang Tua

Warga Protes Perwali Makassar Soal Sekolah: Anak Kami Bukan Kelinci Percobaan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar