Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat, Willem Wandik menumpahkan kejengkelannya terhadap Moeldoko yang berusaha mengkudeta kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kejengkelan Willem Wandik ditumpahkannya lewat sebuah tulisan yang dimuat di laman resmi Partai Demokrat, seperti dilihat pada Jumat 12 Maret 2021.
Dalam tulisannya itu, Willem menyebut Moeldoko sebagai ‘Abdi Dalem Istana’ yang berangan-angan untuk menjadi raja.
Namun, tulis Willem, angan-angan Mantan Panglima TNI itu dilawan oleh kader-kader Partai Demokrat kubu AHY.
Menurutnya, Ketua DPD dan DPC Demokrat yang tetap setia dengan garis komando AHY langsung melaporkan manuver Moeldoko dan kelompoknya itu ke DPP.
- Moeldoko Sebut Adanya Motif Politik di Balik Pernyataan Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo
- Reshuffle Kabinet Hari Ini, Beredar Kabar Syahrul YL Digantikan Moeldoko
- Upaya Melawan Moeldoko CS, Demokrat Sulsel Ajukan Perlindungan Hukum
- KUHP Baru Resmi Diundangkan Oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno
- Begini Komentar Moeldoko Terkait Kekejian TPNPB-OPM Bunuh Warga Tak Berdosa
Alhasil, kata Willem, keluarlah pidato AHY yang menuding Moeldoko dan komplotannya mengkudeta Demokrat.
Berdasarkan analisis Willem, nekatnya Moeldoko mengkudeta Demokrat itu karena Kepala KSP itu merasa embel-embel Istana bisa menjadi senjata untuk menekan DPC dan DPC. Padahal, yang terjadi malah sebaliknya.
“KSP Moeldoko merasa kekuatan embel embel ‘Abdi Dalem Istana’ dapat digunakan untuk menekan dan ‘menakut nakuti’ para kader Demokrat (di struktural DPD, DPC, hingga PAC di seluruh Indonesia) untuk membelot menyingkirkan Ketum AHY. Mereka menilai AHY akan mudah untuk disingkirkan,” tulis Willem.
Anggota DPR Fraksi Demokrat itu pun meniliai bahwa faktanya loyalitas Ketua-Ketua DPD dan DPC di seluruh Indonesia tidak bisa dibeli oleh tawaran tawaran pragmatisme, baik melalui bujuk rayu maupun janji-janji sejumlah uang yang cukup besar, serta jaminan nama penting di lingkaran istana yang dikomandoi oleh KSP Moeldoko.
Mengutip Hops.id, fakta lainnya menurut Willem yakni Ketua Umum Demokrat AHY ternyata masih berdiri kokoh dan tidak tergoyahkan.
“Justru kudeta ‘Abdi Dalem Istana’ yang keblinger itu, secara perlahan berubah menjadi ‘dagelan’ dan bagai cerita fiksi di negeri dongeng,” tuturnya.
Ia pun mengibaratkan manuver Moeldoko itu seperti dongeng dalam kisah ‘hulu balang istana’.
“Seperti kisah ‘hulu balang istana’ mendeklarasikan dirinya menjadi raja palsu yang ditolak oleh rakyat karena tidak mengenal asal usulnya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
