JK Dikabarkan Bakal Menerima Hadiah Nobel, Begini Kata Imam Shamsi Ali

JK Dikabarkan Bakal Menerima Hadiah Nobel, Begini Kata Imam Shamsi Ali

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id,Makassar – Sebagai negara besar dunia Indonesia harus lebih pro aktif untuk memperjuangkan image dan persepsi besarnya di dunia Internasional.

Selain berusaha mengenalkan alamnya yang indah, produksi-produksi negeri, tentu yang lebih penting adalah mengenalkan prestasi-prestasi bangsanya. Bahwa banyak di antara putra-putri negeri ini yang berhasil dan layak diapresiasi oleh dunia Internasional.

Imam Besar Masjid New York Amerika Serikat, Shamsi Ali mengatakan bahwa salah satu putra bangsa yang berhasil dan sangat layak untuk dipromosikan untuk mendapat penghargaan Internasional adalah Jusuf Kalla.

“Beliau adalah sosok yang “multi talented”. Saudagar sukses, politisi ulung, filantrofis yang berjiwa sosial, dan agamawan yang penuh komitmen,” tutur Pendiri Pondok Pesantren pertama di Amerika Serikat ini, Sabtu 19 Oktober 2019.

Tapi yang terpenting dari semua itu kata Putra kelahiran Kajang Bulukumba tersebut adalah keberanian dan keberhasilan Jusuf Kalla dalam menangani dan menyelesaikan beberapa konflik di tanah air, bahkan mancanegara.

“Dari konflik Maluku, Poso, dan tentunya yang begitu parah dan telah berlangsung lama adalah konflik Aceh,” pungkasnya.

Dan uniknya kata Utteng panggilan Shamsi Ali, Wapres JK lakukan semua itu tidak selalu dalam kapasitas tugas formalnya. Ketika menangani konflik Maluku misalnya, JK bukan Menteri Polkam atau yang menangani masalah keamanan. Dia adalah Menko Kesra saat itu.

“Semua itu menunjukkan bahwa pada diri beliau ada potensi alami untuk melakukan perdamaian di antara pihak-pihak yang bertikai. Didukung oleh keberanian dan kesederhanaan metode, beliau mampu meluluhkan yang marah dan bermusuhan,” sambungnya.

Masih kata Shamsi Ali, sejujurnya kalau saja dunia bisa melihat prestasi ke Jusuf Kalla, maka dipastikan akan diapresiasi oleh dunia Internasional. Salah satu di antaranya adalah penghargaan Nobel Perdamaian yang diberikan kepada mereka yang dianggap punya jasa besar dalam memulihkan dan menjaga perdamaian.

“Konflik-konflik yang berhasil diselesaikan oleh beliau bukan konflik biasa. Ambillah kasus Aceh uang sudah begitu lama dan dalam. Bahkan konflik ini sudah melibatkan dunia luar, khususnya NGO. Tapi dengan cara beliau yang berani dan sederhana konflik itu bisa diselesaikan. Kini Aceh menjadi salah satu daerah dengan prospek pertumbuhan tertinggi di Indonesia,” urainya lagi.

Menurut dia, saat ini kuncinya ada pada pihak-pihak yang berwewenang. Apakah ada keinginan atau tidak untuk mempromosikan pak JK sebagai salah seorang calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun depan.

“Jika itu terwujud, maka tentu Indonesia kembali memilki alasan untuk berbangga memiliki putra terbaik seperti pak JK. Semoga!,” tutup Shamsi Ali yang juga Duta Pariwisata Bulukumba di Amerika Serikat ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.